Pertamina Gandeng Halliburton Perkuat Operasi Hulu Migas Lewat Teknologi

Pertamina Gandeng Halliburton Perkuat Operasi Hulu Migas Lewat Teknologi

PT Pertamina (Persero) terus mengupayakan penguatan ketahanan energi nasional melalui perluasan kolaborasi global di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Upaya ini dilakukan guna memacu kinerja operasional melalui pemanfaatan teknologi terkini.

Dalam agenda strategis di Houston, Amerika Serikat, Pertamina melakukan penyelarasan teknologi bersama Halliburton. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung optimalisasi kinerja operasi hulu migas perusahaan pelat merah tersebut.

Sebagaimana dikutip dari Nasional, inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua pihak pada Februari 2026. Kerja sama tersebut kini diarahkan pada implementasi proyek yang lebih konkret di lapangan.

Fokus utama kemitraan ini mencakup dua area prioritas, yakni optimalisasi keekonomian multistage fracturing (MSF) serta percepatan monetisasi sumber daya migas nonkonvensional. Pertamina akan memanfaatkan pengalaman panjang Halliburton yang telah teruji di Amerika Serikat.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menjelaskan bahwa penguasaan teknologi digital dan model eksekusi lapangan menjadi instrumen kunci. Hal ini diperlukan untuk membuka potensi reservoir yang memiliki karakteristik kompleks di wilayah Indonesia.

"Pertamina berfokus pada penerapan teknologi dan model operasi yang tepat untuk meningkatkan kinerja hulu. Melalui kolaborasi dengan pemimpin teknologi global seperti Halliburton, kami menargetkan optimalisasi keekonomian MSF serta percepatan pengembangan sumber daya nonkonvensional di Indonesia," ujar Oki Muraza.

Senior Vice President of Production Enhancement Halliburton, Eric Holley, memberikan penegasan mengenai komitmen perusahaannya. Ia menyatakan kesiapan dalam mendukung peningkatan angka produksi migas di tanah air.

"Halliburton berkomitmen kuat untuk berkolaborasi dengan Pertamina dalam meningkatkan produksi migas Indonesia," kata Eric Holley.

Eric Holley juga menambahkan bahwa Halliburton siap membawa kapabilitas di bidang fracturing dan production enhancement. Hal ini bertujuan membantu Pertamina melakukan monetisasi pada low quality reservoirs sekaligus membangun ekosistem sumber daya migas nonkonvensional.

Di luar poin MoU utama, kedua perusahaan juga mulai menjajaki sejumlah inisiatif baru. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan agentic artificial intelligence (AI) untuk kebutuhan interpretasi bawah permukaan serta pemodelan reservoir secara akurat.

Rencana pengembangan lain mencakup unconventional early development concept (EDC) yang menitikberatkan pada desain fracturing yang lebih optimal. Keduanya juga melihat potensi kerja sama dalam multilateral drilling and completion serta manajemen aset terintegrasi untuk lapangan migas matang.

Sinergi ini diharapkan dapat memfasilitasi program percontohan, proses alih teknologi, hingga pengembangan kapasitas teknis. Fokus utamanya meliputi pengeboran, penyelesaian sumur, serta optimasi produksi melalui sistem operasi hulu berbasis digital yang lebih efisien.

Artikel terkait

Rekomendasi