Pertamina Jajaki Kerja Sama Strategis Energi dengan Amerika Serikat

Pertamina Jajaki Kerja Sama Strategis Energi dengan Amerika Serikat

PT Pertamina (Persero) mengadakan pertemuan dengan U.S. Department of Energy (DOE) di Washington D.C. pada Februari 2026 guna menindaklanjuti arahan Presiden terkait penguatan hubungan strategis sektor energi antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Dilansir dari Ekonomi, diskusi tersebut melibatkan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza serta jajaran pejabat tinggi DOE untuk membahas keamanan pasokan energi hingga peluang pengembangan migas non konvensional. Kemitraan ini bertujuan mendukung kebutuhan energi nasional yang terus tumbuh pesat di kawasan Asia Pasifik.

Oki Muraza menekankan peran krusial Amerika Serikat sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik yang terjangkau. Hal ini menjadi prioritas mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu konsumen energi terbesar di kawasan tersebut.

"Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan konsumsi energi tercepat di kawasan Asia Pasifik, sehingga membutuhkan pasokan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Karena itu, Pertamina terus memperkuat kemitraan strategis dengan Amerika Serikat untuk mendukung keamanan pasokan energi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sektor energi nasional," ujar Oki Muraza, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Saat ini, Amerika Serikat memasok lebih dari 70 persen kebutuhan impor LPG Indonesia dengan total volume mencapai 5 juta MT pada tahun 2025. Untuk memperkuat stabilitas harga, Pertamina berencana meningkatkan kerja sama jangka panjang melalui skema kontrak tetap dengan eksportir dari negara tersebut.

Selain sektor gas, Pertamina mulai melirik potensi impor minyak mentah jenis light sweet crude untuk diolah pada kilang nasional yang sedang dikembangkan melalui program RDMP. Sektor hulu juga menjadi fokus melalui rencana transfer teknologi dan investasi pada proyek migas non konvensional.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, memberikan penegasan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam mengakselerasi kemandirian energi nasional melalui akses investasi dan pengembangan kapabilitas sumber daya manusia.

"Pertamina memandang kerja sama ini sebagai peluang untuk mempercepat pengembangan teknologi migas, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membuka akses investasi yang mendukung kemandirian dan keberlanjutan energi nasional," ujar Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero).

Kedua belah pihak juga menyepakati adanya pertukaran pengetahuan terkait pengelolaan Strategic Petroleum Reserve (SPR) dan infrastruktur penyimpanan energi. Kerja sama teknologi lainnya mencakup optimalisasi reservoir dan pengeboran tingkat lanjut guna mendongkrak produksi migas nasional secara signifikan.

Artikel terkait

Rekomendasi