Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Momen Harkitnas

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Momen Harkitnas

PT Pertamina (Persero) memperkuat ketahanan energi nasional melalui transformasi bisnis dan pengelolaan risiko yang adaptif pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118. Penegasan tersebut disampaikan dalam upacara bendera di Gedung Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026), seperti dilansir dari Nasional.

Langkah penguatan ketahanan energi ini ditempuh korporasi melalui inovasi berkelanjutan di tengah dinamika global. Upacara peringatan tersebut dihadiri oleh jajaran perwira Pertamina Group dari tingkat holding, subholding, hingga anak perusahaan jasa.

Direktur Manajemen Risiko Pertamina Ahmad Siddik Badruddin bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid. Harkitnas tahun ini mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" sebagai representasi kemandirian nasional.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat,” ujar Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko Pertamina.

Siddik menjelaskan bahwa momen kebangkitan nasional harus menjadi landasan penting bagi internal perusahaan. Kolaborasi, inovasi, serta tata kelola yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga pasokan energi bagi masyarakat.

“Harkitnas juga menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan risiko yang adaptif. Bagi Pertamina, pengelolaan risiko terintegrasi merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasional dan memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga,” tutur Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko Pertamina.

Manajemen menilai kemampuan beradaptasi dengan perubahan global sangat menentukan keberlangsungan bisnis. Oleh karena itu, penguatan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan hidup terus ditingkatkan.

“Pertamina terus memperkuat tata kelola risiko di seluruh lini bisnis. Upaya itu dilakukan melalui penguatan aspek health, safety, security, and environment (HSSE), transformasi digital, serta pengembangan energi rendah karbon guna menghadapi tantangan energi masa depan,” ungkap Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko Pertamina.

Sektor komunikasi korporat juga mengajak seluruh pekerja untuk meningkatkan kontribusi nyata. Nasionalisme perwira Pertamina diwujudkan melalui pelaksanaan amanah dalam mendukung kedaulatan sektor strategis.

“Semangat inilah yang harus terus dipupuk di lingkungan Pertamina. Mari bangkitkan semangat nasionalisme. Selain itu, Pertamina terus mengembangkan kemampuan untuk menjaga amanah mendukung ketahanan energi nasional,” ucap Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina.

Selain faktor internal, partisipasi aktif dari publik juga dinilai memegang peranan krusial. Penghematan dan penggunaan sumber daya secara bijak oleh masyarakat luas akan memberikan dampak signifikan bagi negara.

“Banyak langkah yang bisa kita lakukan, di antaranya bijak dalam menggunakan energi. Kalau ini dilakukan secara bersama-sama, maka dampaknya pasti akan terasa besar. Ini juga adalah bagian dari kebangkitan nasional,” tegas Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina.

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen penuh mendukung target Net Zero Emission 2060. Perusahaan terus menjalankan berbagai program terintegrasi yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals.

Artikel terkait

Rekomendasi