Pertamina Pastikan Stok BBM Nasional Aman di Tengah Konflik Iran-AS

Pertamina Pastikan Stok BBM Nasional Aman di Tengah Konflik Iran-AS

PT Pertamina (Persero) menjamin ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tetap terkendali pada Kamis (7/5/2026) meski terjadi ketegangan militer di Timur Tengah. Langkah mitigasi dilakukan guna menjaga ketahanan energi di tengah gangguan jalur pasokan minyak dunia imbas konflik Amerika Serikat dan Iran.

Kondisi keamanan di Timur Tengah berdampak signifikan terhadap distribusi energi global karena wilayah tersebut merupakan sumber utama pasokan minyak. Dilansir dari Detik Finance, tantangan besar kini membayangi pemenuhan kebutuhan energi di kawasan Asia, termasuk Indonesia, yang sangat bergantung pada stabilitas jalur tersebut.

Direktur Manajemen Risiko Pertamina, Ahmad Siddik Badruddin menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz menjadi ancaman serius bagi kelancaran arus komoditas energi. Jalur perairan tersebut merupakan rute krusial bagi pengiriman minyak mentah maupun produk turunannya ke berbagai negara.

"With Selat Hormuz tertutup berarti ada sekitar 20% minyak mentah atau produk yang tidak bisa datang dari sana. Kita sebagai fungsi manajemen risiko harus bisa mengantisipasi," ujar Ahmad, Direktur Manajemen Risiko Pertamina.

Kelangkaan pasokan menyebabkan persaingan ketat antarnegara untuk mengamankan sumber energi baru. Ahmad menekankan bahwa situasi ini membuat pemenuhan kebutuhan energi nasional menjadi lebih menantang karena melibatkan perebutan suplai di pasar global.

"Pekerjaan kita lebih challenging karena kebutuhan energi problem itu tidak hanya di-face oleh kita tapi juga semua negara di dunia. Akibatnya semua negara di dunia pun bersaing untuk mendapatkan supply energi yang sebagian stuck di Selat Hormuz," paparnya Ahmad, Direktur Manajemen Risiko Pertamina.

Pertamina merespons situasi ini dengan mengoptimalkan operasional enam kilang minyak di dalam negeri. Penyesuaian mode operasi dilakukan agar fasilitas pengolahan tersebut mampu beradaptasi dengan jenis minyak mentah yang tersedia di luar pasokan tradisional Timur Tengah.

"Kita punya 6 kilang di Indonesia untuk bisa dimodifikasi mode of operation-nya untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Nah inilah tugas kita di manajemen risiko untuk menguraikan semua jenis risiko," jelas Ahmad, Direktur Manajemen Risiko Pertamina.

Peran seluruh pegawai Pertamina, yang dikenal sebagai Perwira Pertamina, dianggap sangat vital dalam mempertahankan keandalan operasional. Fokus utama perusahaan saat ini adalah mencegah terjadinya gangguan teknis yang dapat menghambat distribusi energi dari sektor hulu ke hilir.

"Semua perwira Pertamina dari Sabang sampai Merauke mempunyai peran yang penting. Pertama untuk memastikan kita beroperasi secara lancar Tidak ada potensi unplanned shutdown, tidak ada potensi incident," tutur Ahmad, Direktur Manajemen Risiko Pertamina.

Melalui pengawasan ketat dan strategi diversifikasi sumber minyak mentah, Pertamina mengklaim belum terjadi kelangkaan energi di Indonesia hingga saat ini. Perusahaan terus memantau dinamika geopolitik global untuk memastikan distribusi LPG dan BBM ke seluruh wilayah tetap berjalan lancar.

"Sehingga Alhamdulillah sampai sekarang dengan kondisi Timur Tengah sekarang kita tidak pernah ada kondisi kelangkahan energi Mudah-mudahan kita terus bisa jaga seperti itu," pungkas Ahmad, Direktur Manajemen Risiko Pertamina.

Artikel terkait

Rekomendasi