Permintaan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah terpantau mulai menunjukkan tren peningkatan di berbagai wilayah. Kondisi ini mendorong para peternak untuk menyusun taktik pemasaran kreatif guna mendongkrak penjualan.
Dilansir dari Cahaya, sebuah peternakan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerapkan pendekatan tidak biasa dalam melayani konsumen. Mereka melibatkan Sales Promotion Girls (SPG) profesional untuk berinteraksi langsung dengan calon pembeli.
Strategi unik tersebut diterapkan oleh UD Mulyo Slamet yang berlokasi di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo. Peternakan yang dikelola oleh Olan Suparlan ini sengaja menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang mencari hewan kurban.
Olan Suparlan, yang juga menjabat sebagai lurah setempat, mengungkapkan bahwa penggunaan jasa SPG bukan merupakan hal baru bagi usahanya. Langkah ini telah konsisten diterapkan selama beberapa tahun terakhir karena efektivitasnya dalam pelayanan.
"Para SPG ini sangat membantu karena bisa mempromosikan sapi ke pembeli dengan pelayanan yang santun dan bisa memberikan penjelasan rinci terkait sapi yang hendak dijual," kata Olan.
Pihak peternakan memastikan para tenaga pemasaran tersebut tidak hanya sekadar hadir sebagai daya tarik visual. Mereka direkrut dari berbagai latar belakang pengalaman marketing dan menjalani pembekalan khusus mengenai seluk-beluk peternakan.
Para SPG dilatih untuk memahami perbedaan jenis sapi, estimasi bobot hidup, hingga kualitas daging yang dihasilkan. Pengetahuan teknis ini diberikan agar setiap informasi yang disampaikan kepada calon pembeli memiliki akurasi yang tinggi.
Pengalaman Baru bagi Tenaga Pemasar
Salah satu petugas pemasaran, Nuni Andriani, berbagi pengalamannya bekerja di sektor yang jauh berbeda dari biasanya. Perempuan asal Magelang ini mengaku profesi di dunia peternakan memberikan tantangan sekaligus pengetahuan baru baginya.
"Saya jadi mendapat pengalaman baru dan ini cukup menyenangkan," ujar Nuni.
Nuni menjelaskan bahwa proses adaptasi terhadap detail produk tidak memakan waktu lama. Ia mampu mempelajari berbagai jenis sapi serta daftar harga yang ditawarkan dalam waktu yang relatif singkat untuk kemudian dipresentasikan kepada konsumen.
Ketersediaan Stok dan Variasi Harga
Pada musim kurban tahun ini, UD Mulyo Slamet telah menyiapkan stok antara 100 hingga 200 ekor sapi. Jenis yang tersedia cukup beragam untuk memenuhi kebutuhan preferensi konsumen yang berbeda-beda.
Pilihan sapi yang ditawarkan meliputi jenis Limosin, Simental, Jawa PO (Peranakan Ongole), hingga sapi Bali. Seluruh hewan tersebut didatangkan dari sentra peternakan di Gunungkidul, Kebumen, Sleman, hingga kiriman langsung dari Bali.
Rentang harga yang dipatok untuk satu ekor sapi berkisar antara Rp20 juta hingga Rp30 juta. Untuk mempermudah transaksi, peternak telah menyiapkan panduan harga yang dibawa langsung oleh para SPG saat melayani pembeli di lokasi.
"Kami juga sudah menyiapkan buku daftar harga yang dipegang oleh SPG dan akan dijelaskan ke pembeli," tutur Olan.
Sejauh ini, tercatat sekitar 30 ekor sapi telah laku terjual. Konsumen berasal dari wilayah lokal seperti Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta, hingga pemesan dari Jakarta dan Purwokerto.
Penawaran harga tersebut bersifat kompetitif dan sudah mencakup biaya perawatan rutin. Selain itu, pembeli juga mendapatkan layanan pengantaran gratis ke lokasi tujuan saat mendekati hari raya Iduladha.
"Yang jelas pembeli bisa mendapatkan sapi kurban dengan harga yang kompetitif," ujar Olan.