PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN memfasilitasi anak-anak disabilitas untuk menciptakan karya batik dalam ajang Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 di Surabaya yang berlangsung pada 6-10 Mei 2026. Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan pelaku UMKM lokal secara inklusif, sebagaimana dilansir dari Money.
Perusahaan menggandeng UMKM binaan Zaliva untuk menghadirkan ruang kreatif bagi para penyandang disabilitas agar terlibat langsung dalam proses produksi dan pameran. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini bertujuan untuk mengasah kreativitas sekaligus memupuk kepercayaan diri para peserta di hadapan publik.
Fajriyah Usman selaku Corporate Secretary PGN menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan strategi perusahaan dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Fokus utama program tidak hanya tertuju pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penyediaan kesempatan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
"PGN percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang yang inklusif agar anak-anak disabilitas dapat menyalurkan kreativitas, membangun rasa percaya diri, serta memiliki peluang untuk lebih mandiri melalui karya yang mereka hasilkan," ujar Fajriyah dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, lima anak dari Rumah Anak Prestasi dengan latar belakang tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa melakukan demonstrasi membatik di gerai pameran. Interaksi langsung dengan pengunjung diharapkan dapat memberikan validasi atas nilai estetika dan ekonomi dari karya yang mereka hasilkan.
"Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih luas bagi anak-anak disabilitas untuk berani tampil, menunjukkan hasil karya mereka, dan merasakan bahwa karya yang mereka buat memiliki nilai serta mendapat apresiasi dari masyarakat," jelas Fajriyah.
Selain fokus pada inklusivitas disabilitas, PGN memboyong lima UMKM unggulan dari wilayah Garut, Padang, Palembang, Tangerang, dan Depok untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Hingga tahun 2026, tercatat ratusan UMKM telah masuk dalam program pembinaan perusahaan yang berbasis pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pemilik UMKM Zaliva, Zakiyah Fitri, memberikan apresiasi terhadap dukungan perusahaan gas tersebut yang telah memberikan panggung bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Saat ini, terdapat sekitar 30 anak disabilitas yang tengah menjalani pelatihan keterampilan intensif di bawah naungan Zaliva.
"Anak-anak disabilitas memiliki kreativitas dan semangat belajar yang luar biasa. Dengan dukungan PGN, mereka mendapatkan ruang untuk berkarya sekaligus merasakan langsung apresiasi dari masyarakat," ujar Zakiyah.
Kerja sama antara PGN dan Zaliva diproyeksikan akan terus berlanjut melalui berbagai program pelatihan keterampilan rutin. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat posisi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi yang merangkul semua golongan di masa depan.