PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN) merilis inisiatif pengelolaan limbah plastik yang komprehensif untuk menciptakan nilai tambah sumber daya bermanfaat. Program ini dilansir dari Lestari sebagai langkah transformasi budaya keberlanjutan perusahaan.
Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar kegiatan rutin. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab di lingkungan internal.
"Melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, PGN berupaya membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab serta meningkatkan kesadaran terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG)," jelasnya.
Sistem yang disiapkan mencakup proses terintegrasi mulai dari tahap pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan akhir. Implementasi ini diharapkan dapat memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di perusahaan.
Dalam menjalankan operasionalnya, PGN menggandeng Bank Sampah Al-Bustaniyah untuk mengelola seluruh material plastik yang terkumpul. Kerja sama ini bertujuan memastikan setiap limbah tertangani dengan standar yang tepat.
Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, mengungkapkan bahwa perusahaan juga mendapat pendampingan dari mitra strategis. Beberapa pihak yang terlibat antara lain Kompas, National Geographic Indonesia, dan Kertabumi.
"Sinergi ini bertujuan untuk memastikan pesan pelestarian lingkungan tersampaikan secara luas dan efektif," jelas Krisdyan.
Keterlibatan para mitra tersebut diharapkan mampu memperkuat kampanye kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi bentuk nyata implementasi ekonomi sirkular yang dipromosikan oleh PGN.
Program Penukaran Botol untuk Komunitas Bajaj
Inisiatif lingkungan ini juga menyasar sektor transportasi melalui program khusus bagi komunitas Bajaj Gas. Program ini bertepatan dengan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PGN ke-61.
Mekanisme yang dijalankan adalah penukaran botol plastik bekas menjadi kupon diskon untuk pengisian Bahan Bakar Gas (BBG). Setiap botol plastik yang diserahkan oleh peserta dihargai sebesar Rp 400.
Peserta diperbolehkan menukar maksimal 61 botol sesuai dengan jadwal pengisian yang telah ditentukan perusahaan. Langkah ini dirancang untuk memicu partisipasi aktif publik dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Selain mendukung kebersihan, program tersebut memperkuat penggunaan energi ramah lingkungan pada transportasi publik. PGN berupaya mengintegrasikan pelestarian alam dengan efisiensi energi bagi para pengemudi.
Transformasi Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Tahap akhir dari penerapan prinsip ekonomi sirkular ini adalah proses hilirisasi yang produktif. Limbah plastik yang telah dikumpulkan tidak hanya dibuang, melainkan diolah kembali menjadi produk baru.
Krisdyan menambahkan bahwa limbah tersebut akan ditransformasi menjadi barang-barang seperti furniture dan paving block yang dapat dimanfaatkan di lingkungan perusahaan. Hal ini membuktikan bahwa sampah plastik dapat menjadi aset industri.
Melalui pengolahan menjadi produk ekonomi, PGN menunjukkan langkah nyata dalam meminimalkan dampak lingkungan negatif. Upaya ini menjadi bukti konkrit bahwa limbah dapat dikelola secara produktif bagi kepentingan industri dan masyarakat luas.