PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memfasilitasi komunitas Bajaj Gas (Komogas) untuk menukarkan sampah botol plastik dengan kupon pengisian Bahan Bakar Gas (BBG). Inisiatif lingkungan yang dilansir dari Detik Finance ini dilaksanakan di kantor pusat PGN sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-61 perusahaan tersebut.
Skema penukaran menetapkan nilai Rp 400 untuk setiap botol plastik dengan kuota pengumpulan paling banyak 61 botol bagi tiap peserta. Seluruh sampah yang telah dihimpun nantinya akan masuk ke proses pengolahan kembali untuk menciptakan barang yang memiliki fungsi baru.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan andil warga dalam mengurus sampah sekaligus mempromosikan bahan bakar yang lebih hijau. Langkah ini diharapkan mampu membentuk pola pikir baru terkait kelestarian alam.
"Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih," ujar Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN.
Fajriyah menekankan bahwa strategi ini dirancang untuk menyinergikan aspek ekonomi bagi pengemudi dengan upaya perlindungan ekosistem. Target akhirnya adalah peningkatan literasi masyarakat mengenai pentingnya transisi energi.
"Kami berharap program ini dapat menjadi langkah kecil yang menghadirkan dampak besar, baik dalam mengurangi sampah plastik maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan," ungkap Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN.
Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan turut menyoroti risiko penumpukan sampah plastik yang masih menjadi persoalan krusial di Indonesia. Ia merujuk pada data Bappenas yang memprediksi titik jenuh tempat pembuangan akhir (TPA) pada tahun 2030 apabila sistem pengelolaan saat ini tidak segera dibenahi.
"Melalui program ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa sampah plastik tidak harus berakhir di TPAS, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi," ujar Santiaji Gunawan, Direktur Utama PGN Gagas.
Dalam implementasinya, PGN menggandeng Kertabumi Recycling Centre dan Bank Sampah Al-Bustaniyah untuk menerapkan metode konversi limbah plastik menjadi suvenir. Kerja sama ini menjamin sampah tidak terbuang sia-sia melainkan masuk ke dalam siklus ekonomi sirkular.
"Kami ingin memastikan bahwa sampah yang dikumpulkan benar-benar memiliki siklus pemanfaatan lanjutan sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra pengelola sampah, botol plastik dapat diubah menjadi produk yang lebih bernilai seperti furniture dan paving block," terang Santiaji Gunawan, Direktur Utama PGN Gagas.
Koordinator Komunitas Bajaj Gas (Kobagas) Muslikhudin memberikan apresiasi atas keberlangsungan program yang dinilai memberikan keuntungan konkret bagi para pengemudi. Ia berharap jangkauan kegiatan serupa dapat diperluas di masa mendatang.
"Program ini sangat positif karena mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara yang sederhana namun berdampak nyata. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan," kata Muslikhudin, Koordinator Komunitas Bajaj Gas (Kobagas).