Pintu Pangkas 20 Persen Karyawan Akibat Tekanan Bisnis Kripto

Pintu Pangkas 20 Persen Karyawan Akibat Tekanan Bisnis Kripto

Platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Pintu, melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 50 karyawan atau sekitar 20 persen dari total tenaga kerjanya dalam langkah restrukturisasi perusahaan yang digelar pekan lalu.

Pengurangan tenaga kerja ini dilansir dari Suara berdampak pada sejumlah divisi perusahaan. Tim pemasaran menjadi sektor yang paling signifikan terkena imbas, disusul oleh pengurangan posisi di bidang teknik dan legal.

Sebelum kebijakan restrukturisasi ini diambil, Pintu tercatat mempekerjakan sekitar 300 karyawan. Langkah efisiensi tersebut memicu perhatian mengingat reputasi perusahaan sebagai salah satu startup kripto terbesar di tanah air yang disokong modal kuat.

Pintu sebelumnya berhasil mengamankan pendanaan Seri B senilai US$113 juta yang dipimpin oleh Hedosophia pada tahun 2022. Setahun sebelumnya, pendanaan Seri A+ sebesar US$35 juta juga sukses diraih dari pimpinan Lightspeed Venture Partners.

Tekanan bisnis pada sektor aset digital ditengarai menjadi pemicu utama PHK, meskipun harga beberapa mata uang kripto global sempat menunjukkan pemulihan. Pertumbuhan pengguna serta volume transaksi saat ini dinilai belum mampu menutup beban biaya operasional.

Kebijakan penataan organisasi ini sekaligus menandai pergeseran strategi startup yang semula agresif melakukan ekspansi kini beralih fokus pada profitabilitas. Fenomena pengetatan efisiensi ini turut merefleksikan tren serupa di berbagai perusahaan teknologi global.

Restrukturisasi internal ini terjadi di tengah momentum baru industri kripto nasional, yakni perpindahan pengawasan aset digital ke regulator jasa keuangan dan integrasi infrastruktur perdagangan. Namun, penguatan regulasi operasional tersebut terbukti belum mampu menjamin stabilitas pertumbuhan bisnis para pelaku industri.

Artikel terkait

Rekomendasi