CIMB Niaga Auto Finance Catat Piutang Rp10,87 Triliun Kuartal I/2026

CIMB Niaga Auto Finance Catat Piutang Rp10,87 Triliun Kuartal I/2026

PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mengumumkan capaian piutang pembiayaan sebesar Rp10,87 triliun sepanjang kuartal I/2026. Pertumbuhan positif secara bulanan ini dilaporkan mencapai rata-rata 2 persen sebagaimana dilansir dari Finansial pada Kamis (7/5/2026).

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menjelaskan bahwa sektor multiguna menjadi penopang utama portofolio perusahaan. Segmen ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumtif selama tiga bulan pertama tahun ini.

"Piutang pembiayaan CNAF sepanjang kuartal I/2026 tersebut didominasi oleh jenis pembiayaan multiguna, yang mana umumnya jenis pembiayaan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif masyarakat," katanya kepada Bisnis, dikutip pada Kamis (7/5/2026).

Ristiawan memaparkan bahwa kenaikan angka pembiayaan tersebut dipicu oleh efektivitas strategi cross selling bersama induk usaha. Selain itu, optimalisasi platform digital diklaim berhasil memperluas jangkauan nasabah secara signifikan.

Pihak manajemen tetap optimistis terhadap prospek pembiayaan hingga akhir tahun 2026. Kendati demikian, perusahaan tetap memitigasi risiko terkait fluktuasi suku bunga dan dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

"Untuk menyikapi hal tersebut, strategi CNAF ke depan adalah berfokus pada pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, dengan terus mengedepankan aspek kehati-hatian dalam setiap penyaluran kredit untuk memastikan portofolio perusahaan tetap terjaga dengan baik," beber Ristiawan.

Data internal menunjukkan piutang pembiayaan tumbuh sebesar 1,01 persen secara tahunan (YoY) pada Februari 2026. Ristiawan menilai angka ini menjadi indikator pulihnya aktivitas ekonomi serta meningkatnya kepercayaan konsumen.

"Ristiawan berharap bahwa hal ini dapat memberikan dampak yang positif bagi perusahaan pembiayaan, khususnya permintaan pembiayaan dari masyarakat," lanjutnya menyampaikan proyeksi bisnis perusahaan.

Dari sisi industri, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengonfirmasi bahwa daya beli menjadi faktor krusial dalam pertumbuhan sektor ini. Fenomena tersebut sangat berpengaruh pada permintaan kendaraan dan alat elektronik.

Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno memberikan catatan khusus mengenai stabilitas pendapatan masyarakat pada Selasa (5/5/2026). Ia menekankan pentingnya ketersediaan lapangan kerja untuk menjaga perputaran roda ekonomi nasional.

"Daya beli masyarakat pun menjadi satu hal yang tentu menjadi catatan khusus. Harapan kami juga lapangan pekerjaan tetap ada, masyarakat tetap mendapatkan income, baik dari pengusaha UMKM, baik yang bekerja dan segalanya agar roda perekonomian terus bergerak," katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (5/5/2026).

Suwandi menambahkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan melalui sektor perbankan kini terus diperkuat. Upaya harmonisasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas industri pembiayaan di tengah tantangan ekonomi.

Artikel terkait

Rekomendasi