PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) resmi menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp26,05 per saham yang memasuki masa cum date pada Rabu, 22 April 2026. Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 14 April 2026 lalu.
Dilansir dari Stocksetup, emiten pengelola kawasan wisata Ancol ini mengalokasikan total dana dividen mencapai Rp41,6 miliar. Nilai tersebut setara dengan 23,13 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp180,19 miliar.
Berdasarkan laporan kinerja tahun lalu, PJAA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,121 triliun. Dengan posisi harga saham di level 545 pada perdagangan Selasa, 21 April 2026, maka yield dividen yang ditawarkan mencapai 4,8 persen atau melampaui rata-rata bunga deposito bank umum.
| Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi | 22 April 2026 |
| Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi | 23 April 2026 |
| Cum Dividen Pasar Tunai | 24 April 2026 |
| Ex Dividen Pasar Tunai | 27 April 2026 |
| Recording Date (Pemegang Saham Berhak) | 24 April 2026 |
| Pembayaran Dividen Tunai | 13 Mei 2026 |
Selain menyetujui pembagian laba, pemegang saham juga merombak susunan pengurus perusahaan dengan menetapkan Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama yang baru. Perubahan ini diikuti dengan penajaman strategi bisnis yang mengedepankan aspek digitalisasi layanan serta efisiensi operasional.
"Industri wisata sudah berubah. Pengunjung tidak hanya datang untuk destinasi, tetapi juga mencari pengalaman, koneksi, dan nilai dari pengeluaran mereka," ujar Syahmudrian Lubis, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Manajemen baru menekankan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah meningkatkan nilai yang didapat oleh setiap pengunjung daripada hanya mengejar angka kunjungan semata. Strategi ini akan didukung oleh pengoptimalan aset di seluruh ekosistem Ancol melalui pemanfaatan data dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.
Pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham yang terdaftar dalam recording date dijadwalkan akan dilakukan secara serentak pada 13 Mei 2026.