Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai melebarkan sayap bisnisnya ke luar negeri melalui pengembangan proyek energi baru terbarukan di Bangladesh. Seperti dilansir dari Suara, PLN Indonesia Power akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di negara tersebut.
Langkah ini direalisasikan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan konglomerasi asal Bangladesh, Bay Group. Kerja sama strategis ini membuka peluang besar untuk menggarap proyek PLTS dengan total potensi kapasitas mencapai 495 megawatt (MW).
Proyek tersebut berjalan selaras dengan rencana pengembangan PLTS yang sedang dibuka oleh Bangladesh Power Development Board (BPDB). Sebanyak 10 lokasi strategis di berbagai wilayah Bangladesh telah disiapkan untuk penempatan pembangkit listrik tersebut.
Melalui kolaborasi ini, PLN Indonesia Power mendapatkan kesempatan untuk mengikuti proses tender. Langkah ini sekaligus memperluas portofolio bisnis energi bersih milik perusahaan di pasar internasional.
Dalam kemitraan ini, Bay Group melibatkan anak usahanya, Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD (CUSP). Perusahaan afiliasi Denmark-Bangladesh tersebut memang fokus pada bidang pengembangan energi surya.
Proses penandatanganan kesepakatan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, bersama Managing Director Bay Group, Ziaur Rahman, serta Chairman CUSP. Agenda penting ini turut disaksikan oleh Direktur Sumber Daya dan Industrialisasi Kementerian Luar Negeri RI, Awidya Santikajaya.
"Ini merupakan langkah pertama bagi kami di Bangladesh, besar harapan kami proyek ini akan berjalan dengan baik. Kami menegaskan kerja sama ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar global," ujar Bernadus di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut Bernadus, keterlibatan perusahaan dalam proyek PLTS Bangladesh menjadi bukti nyata komitmen mendukung agenda transisi energi global. Keterlibatan ini juga diharapkan mampu mengukuhkan posisi PLN Indonesia Power sebagai salah satu pemain utama industri pembangkit berbasis energi terbarukan.
Ziaur Rahman selaku Managing Director Bay Group sekaligus Chairman CUSP mengakui reputasi positif yang dimiliki oleh mitra kerjanya tersebut. Menurutnya, perusahaan asal Indonesia ini mempunyai rekam jejak yang meyakinkan di bidang kelistrikan.
"Kami melihat PLN Indonesia Power sebagai mitra yang memiliki pengalaman dan kapabilitas kuat di sektor pembangkitan. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan energi surya di Bangladesh secara berkelanjutan," ujar Ziaur Rahman.
Sinergi kedua belah pihak diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih di Bangladesh. Selain itu, proyek ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas energi terbarukan sekaligus menekan angka emisi karbon.