PT PLN Indonesia Power (PLN IP) resmi menyepakati kerja sama dengan DevvStream Inc. untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berbasis off-grid dan monetisasi karbon di Jakarta pada Rabu, 5 Februari 2026. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) sebagai langkah strategis dalam transisi energi bersih.
Proyek ini fokus pada pengembangan sistem Solar PV yang tidak terhubung ke jaringan listrik utama atau bersifat mandiri untuk konsumsi internal. Dilansir dari Detik Finance, skema operasional tersebut tetap disusun agar selaras dengan regulasi sektor lingkungan hidup serta mekanisme pasar karbon yang berlaku saat ini.
Melalui kemitraan strategis ini, PLN IP diproyeksikan mampu memproduksi sertifikat penurunan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) dari berbagai lokasi proyek PLTS. DevvStream kemudian berperan sebagai mitra global yang akan memasarkan sertifikat tersebut ke pasar internasional.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menjelaskan bahwa terobosan ini merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan yang lebih inovatif. Penegasan mengenai solusi energi bersih ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah operasional perusahaan di masa depan.
"Pengembangan Solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih disisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah." ujar Bernadus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power.
Konsep bisnis baru ini diarahkan untuk memperluas cakupan layanan energi di luar penjualan listrik konvensional, termasuk pengelolaan emisi dan optimasi aset energi milik pelanggan. Pemanfaatan sistem mandiri ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan.
CEO DevvStream Inc. Sunny Trinh memberikan tanggapan positif terhadap model kerja sama yang dijalin bersama penyedia listrik plat merah tersebut. Ia melihat adanya sinergi yang kuat antara manfaat keberlanjutan lingkungan dengan nilai ekonomi yang dihasilkan.
"Kami melihat potensi besar dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global." ujar Sunny Trinh, CEO DevvStream Inc.
Ke depannya, PLN IP berencana untuk terus memperluas jangkauan pengembangan PLTS sebagai instrumen utama dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Selain target lingkungan, pemanfaatan pasar karbon diposisikan sebagai pilar baru untuk mendatangkan sumber pendapatan bagi perusahaan.