PLN Pangkas 21 Anak Usaha hingga Tahun 2028

PLN Pangkas 21 Anak Usaha hingga Tahun 2028

PT PLN (Persero) menargetkan pemangkasan jumlah anak usahanya dari 44 perusahaan menjadi tinggal 23 perusahaan hingga tahun 2028 mendatang.

Langkah perampingan korporasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola, serta membangun struktur bisnis terintegrasi, seperti dilansir dari Detik Finance.

Rencana kerja perampingan ini dipaparkan jajaran Direksi PLN kepada Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia pada Selasa (2/6/2025).

Dalam pertemuan itu dipaparkan percepatan program streamlining melalui konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, serta penyederhanaan struktur usaha demi memperkuat keandalan pasokan listrik nasional.

"Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional," ujar Dony dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Pihak PLN turut melaporkan realisasi implementasi RUPTL 2025-2034 yang mencatat sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen dari total rencana telah memasuki tahap eksekusi.

Capaian tersebut mencakup proyek pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk untuk memenuhi kenaikan kebutuhan energi nasional.

Evaluasi penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan di Sumatera juga menjadi sorotan, termasuk rencana penyiapan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatera dan pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, serta 150 kV.

PLN juga menyiapkan penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah guna meminimalkan risiko gangguan sistem di masa depan.

"Melalui transformasi korporasi yang berkelanjutan, percepatan implementasi RUPTL, dan penguatan sistem kelistrikan nasional, PLN diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai penyedia tenaga listrik nasional yang andal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan agenda transisi energi Indonesia," terang Dony.

Artikel terkait

Rekomendasi