PMUI Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10 Persen pada 2026

PMUI Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10 Persen pada 2026

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk. (PMUI) menetapkan target kenaikan pendapatan sebesar 10 persen pada 2026 meski perusahaan sedang dalam proses pelepasan saham di PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM).

Target tersebut disampaikan manajemen dalam acara Paparan Publik pada Senin (11/5/2026) di Jakarta, yang juga memproyeksikan laba bersih perusahaan dapat menyentuh angka Rp40 miliar setelah proses konsolidasi rampung, sebagaimana dilansir dari Market.

Direktur Utama PMUI Agus Susanto menjelaskan bahwa rencana divestasi 70,67 persen saham GRPM kepada PT Tunas Binatama Lestari tidak akan mengganggu stabilitas operasional perusahaan secara keseluruhan.

"Kontribusi GRPM tidak terlalu signifikan, jadi saya rasa tidak berpengaruh apa pun," ujar Agus Susanto, Direktur Utama PMUI.

Agus menambahkan bahwa langkah pelepasan kepemilikan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang guna memperluas cakupan bisnis perusahaan ke sektor baru.

"Kami punya anak usaha hotel dan saat ini masih dalam tahap kajian serta penyusunan strategi," katanya.

Meskipun sedang menjajaki sektor perhotelan, PMUI menegaskan akan tetap mempertahankan fokus utama pada bisnis distribusi telekomunikasi yang selama ini menjadi penopang terbesar pemasukan perseroan.

"Kami fokus menjaga pertumbuhan distribusi telekomunikasi. Penggabungan XLSmart ini akan berdampak positif ke perseroan," katanya.

Strategi pertumbuhan juga melibatkan ekspansi wilayah operasional di 93 area yang mencakup wilayah Aceh hingga Sulawesi Tengah untuk mengoptimalkan potensi pasar yang belum tergarap.

"Perseroan juga akan memperluas area distribusi yang selama ini belum tergarap optimal guna mendongkrak pendapatan," tambah Agus Susanto, Direktur Utama PMUI.

Kinerja Keuangan PMUI Kuartal I/2026
Segmen PendapatanNilai (Rp Miliar)
Produk Telekomunikasi836,62
Makanan dan Minuman180,77
Produk Perawatan118,14
Jasa dan Komisi50,08

Pada kuartal I/2026, PMUI melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 23,11 persen secara tahunan menjadi Rp1,18 triliun dengan lonjakan laba bersih mencapai 80,70 persen senilai Rp9,55 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi