POET Technologies Hadapi Gugatan Kelompok dan Penurunan Saham

POET Technologies Hadapi Gugatan Kelompok dan Penurunan Saham

Perusahaan spesialis semikonduktor POET Technologies Inc. menghadapi gugatan kelompok dari para investor yang mendaftarkan tuntutan hukum hingga batas akhir Juni 2026 akibat anjloknya nilai saham perusahaan di bursa efek.

Dilansir dari boerse-express.com, wallstreet-online.de, dan trading-treff.de, penurunan tajam nilai saham tersebut dipicu oleh langkah Marvell yang membatalkan seluruh pesanan secara mendadak karena dugaan pelanggaran kerahasiaan oleh manajemen POET.

Dua firma hukum asal Amerika Serikat memobilisasi para pemegang saham yang membeli efek POET antara 1 April hingga 27 April 2026 untuk mendaftarkan diri sebagai penggugat utama dalam tuntutan hukum formal.

Gugatan tersebut menuduh Chief Executive Officer Suresh Venkatesan dan Chief Financial Officer Thomas Mika telah memberikan pernyataan yang menyesatkan terkait perkembangan bisnis serta kondisi finansial internal korporasi.

Manajemen perusahaan kini mengupayakan pemindahan domisili kantor pusat ke Amerika Serikat guna menyelesaikan sengketa status perpajakan Passive Foreign Investment Company yang merugikan para investor dari negara tersebut.

Rencana relokasi yurisdiksi korporasi ini dijadwalkan bakal diputuskan melalui pemungutan suara investor dalam rapat umum pemegang saham tahunan luar biasa pada 26 Juni 2026.

Di sisi operasional, manajemen POET Technologies mengamankan modal segar sebesar 400 juta dolar AS melalui penempatan saham langsung kepada investor institusi untuk memperluas kapasitas produksi dan mendanai akuisisi strategis.

Perusahaan juga telah menandatangani kontrak pasokan jangka panjang dengan Lumilens yang memiliki potensi nilai transaksi lanjutan mencapai 500 million dolar AS hingga sembilan tahun ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi