POET Technologies Raih Pendanaan Baru Di Tengah Gugatan Investor

POET Technologies Raih Pendanaan Baru Di Tengah Gugatan Investor

Perusahaan semikonduktor POET Technologies berhasil mengamankan dana segar sebesar 400 juta dolar AS dari seorang investor institusional pada pertengahan Mei 2026, meskipun saat ini tengah menghadapi gelombang gugatan kelompok dari para pemegang sahamnya.

Dilansir dari boerse-global.de pada Minggu (24/5), suntikan modal baru tersebut diperoleh melalui penerbitan saham baru dengan harga 21 dolar AS per lembar saham. Manajemen POET Technologies berencana menggunakan dana besar ini untuk melipatgandakan kapasitas produksi cip kecerdasan buatan (AI) hingga sepuluh kali lipat.

Langkah pendanaan ini diambil di tengah situasi sulit setelah Marvell Semiconductor membatalkan seluruh pesanan produksi secara mendadak pada akhir April 2026. Keputusan sepihak dari Marvell tersebut didasarkan atas dugaan pelanggaran kontrak berupa penyebaran informasi rahasia pengiriman tanpa izin oleh pihak POET.

Dampak dari pembatalan kontrak komersial utama itu memicu aksi jual massal yang membuat nilai saham perusahaan merosot tajam sebesar 47 persen ke posisi 7,95 dolar AS dalam satu hari perdagangan pada 27 April 2026. Euforia suntikan modal baru pun cepat meredup di pasar, sehingga harga saham saat ini tertahan di level 14,59 dolar AS akibat kekhawatiran dilusi saham dan risiko hukum yang membayangi.

Selain perkara pembatalan kontrak, sejumlah firma hukum seperti Pomerantz menggalang investor untuk menggugat manajemen atas tuduhan penipuan sekuritas. Manajemen POET dituduh menyembunyikan status perpajakan perusahaan yang masuk dalam kategori perusahaan investasi asing pasif menurut hukum Amerika Serikat, yang berpotensi merugikan pemegang saham dari sisi pajak.

Krisis multidimensi ini juga mendorong terjadinya perombakan di jajaran petinggi perusahaan dengan penunjukan Sandeep Kumar sebagai Kepala Operasional yang baru. Di sisi lain, Direktur Keuangan Thomas Mika telah menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya di tengah proses restrukturisasi operasional yang mahal ini.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama 2026, pendapatan POET Technologies sebenarnya naik menjadi sekitar 500.000 dolar AS, tetapi masih mencatatkan kerugian bersih sebesar 12,3 juta dolar AS. Para investor yang merasa dirugikan memiliki batas waktu hingga 29 Juni 2026 untuk mendaftarkan diri dalam gugatan kelompok tersebut menjelang rapat umum pemegang saham mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi