Kualitas istirahat seseorang sering kali ditentukan oleh posisi tubuh saat terlelap. Memilih posisi tidur yang tepat tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga efektif meredakan nyeri kronis dan menjaga kesehatan kulit.
Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda dalam mengoptimalkan pemulihan tubuh. Dilansir dari Lifestyle, pemahaman terhadap posisi tidur dapat membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan tertentu secara alami.
Tidur dengan posisi telentang merupakan solusi efektif bagi individu yang sering mengalami nyeri pada area leher dan punggung. Posisi ini memungkinkan distribusi berat badan yang merata ke seluruh permukaan tubuh.
Kondisi tersebut secara otomatis meminimalkan tekanan pada titik-titik sendi tertentu selama waktu istirahat. Hal ini membantu menjaga keselarasan struktur tulang belakang dan area leher secara optimal.
"Posisi ini membantu menjaga punggung dan leher tetap sejajar," kata pendiri Sleep Science Academy di Delray Beach, Florida, AS, Devin Burke.
Guna memaksimalkan pereda nyeri punggung bawah, Anda dapat meletakkan bantal kecil di bawah lutut. Teknik ini berfungsi menjaga kurva alami tulang belakang agar tetap berada pada posisi yang sehat.
Selain itu, tidur telentang bermanfaat bagi kesehatan mata karena tidak ada tekanan bantal yang menekan kelenjar air mata. Dari sisi estetika, posisi ini mencegah munculnya garis halus pada wajah akibat tekanan bantal.
Kelebihan Tidur Menyamping
Bagi mereka yang memiliki gangguan pernapasan seperti mendengkur atau sleep apnea, posisi tidur menyamping sangat disarankan. Posisi ini berperan menjaga saluran udara tetap terbuka sehingga pasokan oksigen berjalan lancar.
Direktur Indiana Sleep Center dr. Abhinav Singh menjelaskan bahwa tidur telentang justru berisiko membuat otot tenggorokan menjadi rileks dan menyempitkan saluran napas.
"(Posisi tidur telentang) memperburuk kondisi sleep apnea obstruktif, bersama dengan mendengkur biasa," ujar dr. Singh.
Manfaat lain dari tidur menyamping, khususnya ke sisi kiri, adalah membantu meredakan masalah lambung atau heartburn. Sisi kiri tubuh terbukti secara medis membantu menetralisir asam lambung lebih cepat dibanding posisi lainnya.
Penelitian dari Stony Brook University juga menunjukkan bahwa tidur menyamping efektif membuang limbah metabolisme dari otak. Hal ini berkaitan erat dengan upaya meminimalkan risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer.
Dampak Posisi Tidur Tengkurap
Tidur tengkurap dapat membantu mengurangi intensitas dengkuran pada kasus sleep apnea kategori ringan. Namun, para ahli kesehatan memberikan catatan khusus mengenai dampak posisi ini terhadap struktur tubuh bagian atas.
Meskipun saluran napas tetap terbuka, posisi tengkurap memaksa leher untuk menoleh ke satu sisi dalam durasi yang lama. Hal ini berpotensi memicu ketegangan otot leher dan tekanan signifikan pada tulang belakang.
Bagi Anda yang memilih posisi ini, pemilihan bantal dan kasur berkualitas menjadi sangat penting. Hal ini bertujuan agar tekanan pada tubuh tidak menyebabkan rasa nyeri yang mengganggu produktivitas di pagi hari.