Aliansi vaksin dunia Gavi melalui platform VaccinesWork telah memperingatkan potensi Hantavirus sebagai ancaman kesehatan global di masa depan sejak 10 Mei 2021. Peringatan ini kembali mencuat pada 2026 seiring ditemukannya indikasi transmisi virus antarmanusia yang terdeteksi di beberapa wilayah Amerika Selatan.
Hantavirus merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang umumnya menyebar dari hewan pengerat ke manusia melalui udara yang terkontaminasi kotoran atau air liur tikus. Namun, mutasi virus ini menjadi perhatian serius bagi para pakar kesehatan internasional karena adanya perubahan pola penyebaran, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Laporan dari VaccinesWork menekankan bahwa kemampuan evolusi virus ini di wilayah tertentu dapat memicu penularan yang berkelanjutan secara global.
"Epidemics of person-to-person transmission of the Andes virus in Argentina and Chile indicate it can evolve to sustain human-to-human transmission," tulis VaccinesWork.
Ancaman virus ini sebenarnya telah menjadi perhatian dunia medis sejak April 1993, ketika sebuah wabah misterius menggemparkan wilayah perbatasan Utah, Colorado, Arizona, dan New Mexico. Peristiwa yang menewaskan pasangan muda suku Navajo tersebut kemudian mengarah pada penemuan spesies Sin Nombre Virus.
Gavi menjelaskan adanya klasifikasi jenis virus berdasarkan wilayah geografis yang memengaruhi tingkat keparahan penyakit pada pasien.
| Jenis Virus | Wilayah Temuan | Dampak Kesehatan | Tingkat Kematian |
|---|---|---|---|
| Old World | Eropa dan Asia | HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome) | 5-15% |
| New World | Amerika | HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) | 35-50% |
Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menetapkan kategori ancaman pandemi pada tingkat rendah, tingkat fatalitas HPS yang mencapai 50 persen memicu kekhawatiran besar. Gejala awal yang menyerupai flu biasa sering kali membuat deteksi dini menjadi sulit dilakukan oleh tim medis.
Masa inkubasi yang cukup lama, yakni dua hingga empat minggu, memungkinkan pengidap menyebarkan virus sebelum menyadari adanya infeksi. Gavi mendesak penguatan sistem layanan kesehatan agar siap menghadapi skenario terburuk.
"Healthcare systems should be prepared to implement prevention strategies for person-to-person transmission," tulis laporan tersebut.
Hingga saat ini, belum tersedia vaksin yang digunakan secara luas untuk menangani seluruh jenis Hantavirus. Korea Selatan dan China telah menggunakan vaksin terbatas untuk tipe HFRS, sementara kandidat vaksin untuk tipe HPS masih dalam tahap uji klinis.
Upaya pencegahan utama difokuskan pada pengendalian populasi tikus dan menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga. Masyarakat diminta menggunakan wadah makanan tertutup serta berhati-hati saat membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang hewan pengerat guna menghindari paparan aerosol virus.