Ajang INABUYER B2B2G Expo 2026 resmi berakhir dengan pencapaian gemilang bagi ekosistem usaha kecil dan menengah nasional. Pameran ini menjadi titik temu strategis bagi ratusan pelaku usaha dengan berbagai instansi lintas sektor.
Dilansir dari Suara, forum business matching ini berhasil mengamankan potensi transaksi sebesar Rp2,2 triliun selama tiga hari penyelenggaraan. Angka tersebut menunjukkan tren positif karena melampaui realisasi tahun sebelumnya yang berada di angka Rp2,1 triliun.
Eksistensi ajang ini memperkuat akses pasar bagi 804 pelaku usaha dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka dipertemukan langsung dengan 131 entitas yang terdiri dari kementerian, lembaga pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, hingga jaringan retail modern.
Pameran tahun ini turut menghadirkan sejumlah program prioritas nasional, seperti booth Perumahan Nasional dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran sektor-sektor ini bertujuan mengoneksikan kebutuhan proyek negara dengan kapasitas produksi UMKM lokal.
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menilai bahwa penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bukti nyata kekuatan perdagangan domestik. Kolaborasi multisektor dianggap sebagai kunci utama dalam memperluas jangkauan pasar produk dalam negeri.
"INABUYER B2B2G Expo 2026 membuktikan besarnya potensi UMKM dan produk lokal dalam memperkuat perdagangan dalam negeri," ujar Budiharjo.
Melalui penguatan rantai pasok nasional, Budihardjo meyakini bahwa serapan belanja pemerintah terhadap produk lokal akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Hal ini mencakup peningkatan daya beli masyarakat serta pembukaan lapangan kerja baru.
"Potensi transaksi yang tercapai selama tiga hari pelaksanaan menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, retail modern, dan pelaku usaha mampu membuka akses pasar yang lebih luas," ucapnya.
Dorongan UMKM Naik Kelas
Integrasi antara proyek strategis pemerintah dan produk lokal diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. Budihardjo menegaskan bahwa keterhubungan ini sangat krusial bagi keberlanjutan bisnis pelaku usaha kecil.
"Kehadiran booth Perumahan Nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan berbagai program strategis lainnya di Inabuyer tahun ini menunjukkan bahwa kebutuhan belanja dan proyek pemerintah dapat terhubung langsung dengan kapasitas UMKM dan produk lokal," ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, memberikan pandangannya mengenai nilai edukasi dari pameran ini. Ia melihat acara tersebut sebagai sarana pengembangan kapasitas bagi para pengusaha.
"Acara ini bukan sekadar bertemu dan bertransaksi, tetapi menjadi wadah bagi UMKM untuk belajar, berkolaborasi, dan memperkuat ekosistem bisnis nasional. Saya yakin momentum ini akan mendorong UMKM naik kelas dan membuka lebih banyak peluang bagi kemitraan yang berkelanjutan," kata Temmy.