Pemerintah menunjuk warga negara Australia Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia untuk memimpin pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional. Dilansir dari Medcom, kepastian penunjukan eks petinggi PT Vale Indonesia tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Penguatan internal jajaran direksi badan usaha baru bentukan pemerintah ini sedang berjalan. Rosan Roeslani selaku CEO Danantara Indonesia menyampaikan bahwa rekam jejak dan kemampuan figur yang dipilih menjadi dasar utama pengisian jabatan pimpinan tersebut.
"Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu, seperti kita bentuk Danantara dulu," tutur Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi juga menjadwalkan dialog bersama sejumlah perwakilan pengusaha nasional. Agenda ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan sekaligus menyosialisasikan peran baru badan usaha milik negara tersebut kepada para pelaku industri komoditas.
"Tadi meeting, nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, Kadin, Apindo, asosiasi sawit, APBI, batu bara semua. Kita juga sekaligus sosialisasi, jadi kita mulai jam 4 sore," ucap Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Kebijakan tata kelola ini berlandaskan pada regulasi terbaru yang diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Peraturan Pemerintah tersebut menetapkan BUMN sebagai eksportir tunggal untuk komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi.
"Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal," ujar Presiden Prabowo Subianto.