Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, menyatakan bahwa perak merupakan instrumen investasi yang lebih menjanjikan dibandingkan emas dan Bitcoin pada Rabu, 2 April 2025. Dilansir dari Bisnis, lonjakan nilai komoditas ini didorong oleh peningkatan permintaan masif di berbagai sektor industri global.
Kiyosaki menegaskan posisi perak sebagai aset yang sangat berharga dalam unggahan terbarunya di media sosial. Ia menilai material tersebut memiliki peran krusial yang tidak tergantikan dalam perkembangan teknologi modern saat ini.
"P: Apakah perak lebih berharga daripada emas atau bitcoin? J: Saya katakan ya," tulis Kiyosaki, penulis buku finansial tersebut.
Peningkatan nilai perak disebut bersumber dari kebutuhan industri yang luas, mulai dari pembuatan panel surya, kendaraan listrik, hingga perangkat komputer. Selain itu, perak menjadi komponen vital dalam produksi sistem persenjataan, peralatan medis, serta teknologi pemurnian air bersih.
Berbeda dengan emas dan Bitcoin, pasokan perak di pasar saat ini justru dilaporkan mengalami penurunan. Kiyosaki juga menyoroti harga perak yang masih jauh lebih terjangkau, sehingga memberikan ruang pertumbuhan yang besar bagi para investor ritel.
“Perak adalah yang paling murah dibandingkan dengan emas dan bitcoin. Saya percaya manipulasi harga perak sudah berakhir. Saya sangat yakin harga perak akan ‘meroket’ ke harga tertinggi sepanjang masa… mungkin 2x menjadi $70 per ons pada tahun 2025," tambah Kiyosaki.
Strategi penguatan portofolio terus dilakukan oleh Kiyosaki dengan menambah kepemilikan aset fisiknya melalui Republic Monetary Exchange. Langkah ini diambil karena sifat perak yang dianggap sangat inklusif bagi semua kalangan masyarakat yang ingin membangun kekayaan secara bertahap.
“Anda tidak harus menjadi kaya untuk berinvestasi dalam perak. Hampir semua orang di dunia dapat membeli setidaknya 1 ons perak. Hampir semua orang bisa menjadi lebih kaya dan lebih kaya satu koin perak setiap waktu,” ujar Kiyosaki.