PT Reasuransi Maipark Indonesia Bukukan Rasio Profitabilitas di Atas 20 Persen

PT Reasuransi Maipark Indonesia Bukukan Rasio Profitabilitas di Atas 20 Persen

PT Reasuransi Maipark Indonesia berhasil mencatatkan rasio profitabilitas di atas 20 persen sepanjang tahun lalu, melampaui rata-rata industri meskipun sektor asuransi dan reasuransi global sedang menghadapi tekanan signifikan. Capaian ini dilaporkan dalam acara Maipark Award pada Minggu (7/5/2026) malam di Jakarta.

Dilansir dari Finansial, pertumbuhan laba perusahaan tersebut dibarengi dengan fenomena perlambatan penempatan risiko oleh perusahaan asuransi nasional. Kondisi fluktuatif dalam industri asuransi umum saat ini menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan sektor jasa keuangan.

Komisaris Utama Maipark, Budi Herawan, menyampaikan pandangannya terkait dinamika industri asuransi umum. Ia menekankan pentingnya perhatian perusahaan asuransi terhadap alokasi asuransi bencana, khususnya gempa bumi, kepada Maipark selaku penyedia reasuransi khusus.

"Trennya menurun," kata Budi Herawan, Komisaris Utama Maipark yang juga Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia.

Peningkatan laba perusahaan ditopang oleh kebijakan pengelolaan modal yang konservatif serta penguatan manajemen risiko secara menyeluruh. Strategi ini memungkinkan perusahaan tetap tumbuh kompetitif dibandingkan pemain lain di industri serupa.

Direktur Utama PT Reasuransi Maipark Indonesia, Kocu Andre Hutagalung, menyatakan rasa syukurnya atas performa keuangan perseroan yang melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan yang diraih Maipark pada periode 2025 tercatat lebih tinggi daripada laju pertumbuhan industri secara kolektif.

“Di sepanjang tahun 2025, kita bersyukur Maipark berhasil mendapatkan pertumbuhan yang lebih besar, lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata industri,” ujar Kocu Andre Hutagalung, Direktur Utama PT Reasuransi Maipark Indonesia.

Stabilitas fundamental perusahaan terlihat dari posisi cadangan premi yang kini menyentuh angka 80 persen dari total premi neto. Persentase ini dianggap sebagai level pengamanan yang tinggi untuk menangani risiko tahunan seperti bencana alam di wilayah Indonesia.

Dalam menjalankan operasionalnya, Maipark menerapkan metode value at risk dengan tingkat kepercayaan 99,6 persen untuk menghitung cadangan teknis. Sementara itu, alokasi modal ditentukan melalui perhitungan economic capital dengan standar keyakinan sebesar 99,5 persen.

Selain indikator keuangan, Maipark juga menunjukkan peningkatan kredibilitas melalui kenaikan peringkat sebanyak dua notch dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Kenaikan rating yang terjadi pada tahun 2023 dan 2025 ini merupakan pencapaian yang signifikan dalam lanskap industri reasuransi nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi