Tol Sentul Selatan Karawang Barat Senilai Rp 34,75 Triliun Mulai Dilelang

Tol Sentul Selatan Karawang Barat Senilai Rp 34,75 Triliun Mulai Dilelang

Proyek infrastruktur besar yang menghubungkan wilayah Bogor hingga Karawang kini memasuki babak baru. Pembangunan Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat mulai dipersiapkan untuk menyambungkan sejumlah ruas tol utama di Jawa Barat.

Dilansir dari Detik Finance, proyek strategis ini diperkirakan menelan nilai investasi mencapai Rp 34,75 triliun. Saat ini, rencana pembangunan jalan bebas hambatan tersebut telah memasuki tahap proses lelang.

Data dari Simpul Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menunjukkan total panjang lintasan mencapai 60,36 kilometer. Jalur ini akan membentang dari wilayah Sentul Selatan hingga Karawang Barat.

Rancangan proyek ini difokuskan untuk mengintegrasikan dua titik utama, yakni Sentul Junction dan Karawang Junction. Kehadiran tol ini diharapkan memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.

Sistem jaringan jalan ini akan dilengkapi dengan tiga persimpangan (junction) yang terhubung langsung dengan ruas tol eksisting. Infrastruktur ini dirancang untuk menciptakan konektivitas yang lebih efisien bagi mobilitas logistik dan masyarakat.

"Di Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat terdapat 3 persimpangan yang menghubungkan Tol Bogor Ring Road, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting," tulis detail proyek tersebut.

Skema Investasi dan Teknis Pembangunan

Pembangunan jalan tol ini akan menggunakan struktur kontrak Design Build Finance Operational Maintenance Transfer (DBFOMT). Masa konsesi yang ditetapkan untuk pihak pengelola berlangsung selama 40 tahun.

Mekanisme pengembalian investasi proyek direncanakan melalui user charge atau tarif tol yang dibayarkan oleh pengguna. Pemerintah melalui Kementerian PU bertindak sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).

Untuk menjamin keberlangsungan proyek, dukungan penjaminan pemerintah diusulkan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII). Jalan tol ini akan dibangun dengan konfigurasi standar empat jalur dua arah (4x2).

Artikel terkait

Rekomendasi