PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berhasil mencetak laba setelah pajak sebesar Rp 2,4 triliun sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (3/6/2026), sebagaimana dilansir dari Keuangan.
Pertumbuhan laba bersih tersebut mengalami kenaikan sebesar 44 persen dari perolehan tahun sebelumnya yang bernilai Rp 1,7 triliun. Perhitungan hasil keuntungan ini dilaporkan sudah menerapkan standar akuntansi keuangan PSAK 117.
Peningkatan laba ditopang oleh beberapa faktor internal perusahaan. Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi memaparkan faktor penentu keberhasilan finansial tersebut kepada media.
“Ada beberapa faktor terkait pertumbuhan laba. Pertama, kinerja investasi yang kuat. Kedua, pendekatan yang disiplin dalam pengelolaan biaya," ujarnya Adit Trivedi, Chief Financial Officer Prudential Indonesia.
Selain keuntungan bersih, total aset perusahaan juga melonjak 11 persen menjadi Rp 64,3 triliun dari Rp 58 triliun pada tahun lalu. Total aset investasi termasuk PAYDI terkumpul Rp 54,5 triliun atau tumbuh 6 persen secara tahunan.
Kekuatan finansial perusahaan tercermin dari tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC) yang menyentuh angka 466 persen. Nilai pemenuhan modal ini berada jauh di atas batas minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.
Ekspansi produk dilakukan melalui peluncuran Asuransi Jiwa PRUSmart Plan dan Asuransi Kesehatan PRUSehat guna menyasar generasi muda. Jaringan PRUPriority Hospitals juga diperluas hingga mencakup lebih dari 1.700 rumah sakit di 500 kota dan kabupaten.
Langkah strategis ini dibarengi pembentukan dewan penasihat medis untuk meningkatkan kualitas pelayanan nasabah. Struktur baru ini bertugas mengawal transparansi pemrosesan pengajuan dari pemegang polis.
"Perusahaan juga membentuk Prudential Medical Advisory Board untuk mendukung proses klaim yang lebih objektif, adil, dan transparan sekaligus menjaga kualitas layanan kepada nasabah," lanjutnya Adit Trivedi, Chief Financial Officer Prudential Indonesia.