Prudential Indonesia Cermat Mengkaji Alokasi Investasi di Instrumen SRBI

Prudential Indonesia Cermat Mengkaji Alokasi Investasi di Instrumen SRBI

Langkah proaktif diambil oleh Bank Indonesia (BI) guna membentengi nilai tukar rupiah dari pengaruh ketidakpastian geopolitik global. Kebijakan ini ditempuh dengan menyesuaikan struktur suku bunga pasar melalui peningkatan imbal hasil atau yield instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Menanggapi dinamika tersebut, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyatakan terus mengkaji alokasi investasi pada instrumen SRBI secara cermat. Perusahaan mempertimbangkan sejumlah faktor strategis, termasuk dinamika pasar yang berkembang dan kebutuhan internal perseroan.

"Setiap potensi penambahan maupun inisiasi alokasi pada instrumen seperti SRBI akan terus dikaji secara cermat. Kami secara aktif melakukan penyesuaian alokasi investasi sesuai dengan dinamika pasar dan kebutuhan internal perusahaan," kata Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi kepada Keuangan, Kamis (14/5/2026).

Adit Trivedi menambahkan bahwa perubahan porsi investasi merupakan bagian dari strategi diversifikasi sekaligus optimalisasi portofolio perusahaan. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan profil risiko, kebutuhan likuiditas, serta peluang investasi lain yang tersedia di pasar.

Penempatan instrumen investasi oleh Prudential Indonesia, termasuk pada instrumen pasar uang atau surat berharga pemerintah, senantiasa dijalankan sesuai dengan pedoman alokasi aset yang telah ditetapkan perusahaan.

"Selain itu, mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kesesuaian dengan strategi portfolio, serta imbal hasil yang bisa ditawarkan oleh instrumen investasi yang dituju," ucap Adit.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Prudential Indonesia sempat mengalokasikan investasi di SRBI sebesar Rp 311,16 miliar per Maret 2025. Kendati demikian, perusahaan asuransi jiwa ini tercatat tidak lagi menempatkan alokasi investasi pada instrumen SRBI per Maret 2026.

Secara keseluruhan, Prudential Indonesia membukukan total investasi sebesar Rp 53,72 triliun per Maret 2026. Penempatan pada instrumen saham mendominasi portofolio dengan nilai mencapai Rp 26,18 triliun per Maret 2026, yang kemudian diikuti oleh penempatan di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 14,03 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi