PTDI Rombak Struktur Direksi Guna Perkuat Industri Dirgantara Nasional

PTDI Rombak Struktur Direksi Guna Perkuat Industri Dirgantara Nasional

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melakukan perombakan besar pada jajaran direksi dan dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 Holding DEFEND ID di Hotel Shangri-La Jakarta pada Selasa (26/5/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat pengelolaan teknologi serta manajemen risiko di tengah persaingan industri aviasi global yang semakin ketat.

Perubahan organisasi tersebut mencakup pemecahan nomenklatur jabatan direksi. Jabatan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan kini diubah menjadi Direktur Niaga & Pengembangan yang diamanahkan kepada Moh. Arif Faisal, sedangkan posisi Direktur Keuangan & SDM kini diisi oleh Dhias Widhiyati. Selain itu, Ony Arifianto resmi diangkat sebagai pejabat baru untuk posisi Direktur Teknologi & Manajemen Risiko.

Pergeseran kepemimpinan juga menyentuh jajaran Dewan Komisaris PTDI. Posisi Wakil Komisaris Utama kini resmi ditempati oleh Bagus Puruhito yang menggantikan Bonar H. Hutagaol, sementara Erwin Dimas turut diangkat sebagai Komisaris baru untuk memperkuat pengawasan internal perusahaan.

Dilansir dari beritamoneter.com, restrukturisasi ini berjalan beriringan dengan capaian finansial positif perusahaan sepanjang tahun buku 2025. PTDI sukses mencatatkan lonjakan laba bersih hingga mencapai 345,97 persen dibandingkan dengan realisasi tahun buku 2024, serta memperoleh skor Key Performance Indicator (KPI) sebesar 100,65 dari target awal 100.

"Capaian kinerja PTDI sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari penguatan kapabilitas bisnis, engineering dan produksi, serta kolaborasi strategis bersama seluruh ekosistem industri pertahanan nasional dalam Holding DEFEND ID. Ke depan, PTDI akan terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional guna mendukung kemandirian pertahanan dan daya saing industri Indonesia di tingkat global," ujar Moh. Arif Faisal, Direktur Niaga & Pengembangan PTDI.

Melansir laporan mediakampung.com, selain fokus pada pembenahan internal, ekosistem kedirgantaraan nasional juga terus diperluas melalui proyek Kertajati Aerospace Park di Majalengka yang telah dimulai sejak Desember 2025. Fasilitas yang digarap oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dan BIJB ini berfokus pada perawatan pesawat komersial maupun armada militer milik TNI Angkatan Udara.

Artikel terkait

Rekomendasi