PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) secara resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham senilai 7,03 juta dollar AS atau sekitar Rp 122,17 miliar pada Jumat (8/5/2026). Keputusan pembagian laba tersebut telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan.
Alokasi dividen ini setara dengan Rp 45 per saham dengan perhitungan menggunakan kurs Rp 17.378 per dollar AS yang berlaku pada 4 Mei 2026. Penyaluran dividen ini didasarkan pada kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun buku 2025 yang dilaporkan mengalami pertumbuhan laba bersih.
Pihak perusahaan mengonfirmasi rincian nilai pembayaran tersebut melalui dokumen resmi yang diserahkan kepada regulator bursa, sebagaimana dilansir dari Money.
"Menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 7.030.580 dollar AS atau setara Rp 122.177.421.000, yakni Rp 45 per saham," tulis manajemen RATU dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan laporan tahunan 2025, emiten sektor minyak dan gas ini membukukan laba bersih sebesar 15,2 juta dollar AS. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 8,9 persen dibandingkan perolehan pada periode tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih terjadi meskipun pendapatan perseroan mengalami koreksi sebesar 14,6 persen menjadi 49,3 juta dollar AS. Penurunan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya harga minyak dunia serta penurunan volume lifting sepanjang tahun lalu.
Hingga akhir 2025, total aset perusahaan tercatat meningkat menjadi 76 juta dollar AS dengan ekuitas sebesar 56,6 juta dollar AS. Rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) perusahaan berada pada level 0,30 kali.
Memasuki periode kuartal I-2026, kinerja keuangan RATU mulai menunjukkan tekanan dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 31,5 persen menjadi 4,05 juta dollar AS. Pada kuartal yang sama tahun 2025, perusahaan sempat mengantongi laba sebesar 5,92 juta dollar AS.
Penurunan laba pada awal tahun ini sejalan dengan penyusutan pendapatan bersih menjadi 11,01 juta dollar AS dari posisi sebelumnya 13,24 juta dollar AS. Meskipun beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi 4,74 juta dollar AS, laba kotor perusahaan tetap turun menjadi 6,27 juta dollar AS.
Data laporan keuangan menunjukkan laba sebelum pajak penghasilan juga terkoreksi menjadi 6,7 juta dollar AS. Di sisi lain, total aset RATU justru melonjak signifikan mencapai 130,9 juta dollar AS pada akhir kuartal I-2026 dibanding posisi akhir tahun sebelumnya.