Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan tajam pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Indeks bursa domestik ini anjlok sebesar 3,46 persen atau kehilangan 228,56 poin, yang membuatnya parkir di level 6.370,67.
Menghadapi situasi tersebut, sejumlah analis memberikan panduan pergerakan instrumen saham untuk periode perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Dikutip dari Investasi, terdapat beberapa catatan teknikal yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar modal.
Saham PT Amman Mineral Internasional (AMMN) memperlihatkan adanya peningkatan volume transaksi. Berdasarkan indikator MACD pada timeframe 15 menit, pergerakan ini mengindikasikan sinyal bullish divergence yang membuka peluang bagi penguatan dalam jangka pendek.
Pergerakan AMMN diproyeksikan berpotensi menuju target Fibonacci projection pada posisi Rp 2.740. Analis menyarankan tindakan speculative buy pada rentang Rp 2.750 hingga Rp 2.850, dengan menetapkan level support di Rp 2.740 dan resistance di Rp 3.300.
Selanjutnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan koreksi sebesar 1,12 persen sehingga bertengger di harga Rp 6.650. Meskipun tekanan jual masih mendominasi perdagangan, penurunan harga saham INDF saat ini tertahan oleh garis MA60.
Posisi INDF sekarang diperkirakan tengah menjadi bagian dari wave [b] dari wave B. Investor dapat mempertimbangkan strategi buy on weakness pada area Rp 6.375 sampai Rp 6.550, dengan batas support di bawah Rp 6.300 dan target resistance pada Rp 6.875.
Sementara itu, grafik candlestick untuk saham HRTA memperlihatkan formasi three black crowns. Pola teknikal ini memberikan indikasi kuat bahwa pihak penjual sedang memegang kendali penuh di pasar.
Kendati demikian, posisi terkini dari saham HRTA berada tepat pada area support. Kondisi teknikal tersebut membuka peluang terjadinya rebound atau pembalikan arah menguat dalam jangka pendek menuju level Rp 2.320 hingga Rp 2.440.