Dokter Spesialis Ingatkan Risiko Cacar Api pada Lansia di Atas 50 Tahun

Dokter Spesialis Ingatkan Risiko Cacar Api pada Lansia di Atas 50 Tahun

Kelompok usia dewasa terutama yang telah menginjak usia di atas 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi menderita cacar api atau Herpes Zoster. Kondisi medis ini dipicu oleh reaktivasi virus yang umumnya menetap di dalam tubuh sejak masa kanak-kanak, sebagaimana dilansir dari Lifestyle pada Selasa (28/4/2026).

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito A. Damay, menjelaskan bahwa prevalensi penyakit ini cukup signifikan di tengah masyarakat. Menurut data yang dipaparkan dalam acara Singles Action Week 2026 di Jakarta, satu dari tiga orang dewasa berpotensi mengalami infeksi tersebut sepanjang hidup mereka.

"Sekitar 1 dari 3 individu dewasa pernah mengalami cacar api dalam hidup mereka," katanya Vito A. Damay, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Infeksi ini bersumber dari virus varicella-zoster, patogen serupa yang menyebabkan cacar air. Meskipun seseorang telah dinyatakan sembuh dari cacar air sewaktu kecil, virus tersebut tetap bertahan di jaringan saraf sekitar tulang belakang dalam kondisi tidak aktif atau dorman.

"Jadi, kalau yang waktu kecil pernah terkena cacar air, sebenarnya virus ini masih tersimpan di tubuh dan menunggu untuk bangkit lagi," imbuh Vito A. Damay, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Kerentanan terhadap cacar api meningkat drastis saat sistem imun melemah akibat faktor usia atau penyakit penyerta. Sejumlah kondisi kronis seperti diabetes, gangguan jantung, penyakit ginjal, kanker, hingga gangguan pernapasan menjadi faktor pemicu aktifnya kembali virus tersebut.

Dampak cacar api tidak terbatas pada kesehatan fisik, namun merambah ke aspek psikososial pasien. Gejala nyeri yang muncul dapat mengganggu kualitas tidur, menghambat aktivitas harian, serta memicu stres dan kecemasan yang berdampak langsung pada produktivitas kerja.

Identifikasi dini menjadi kunci penanganan karena gejala awal berupa rasa nyeri sering kali disalahartikan sebagai serangan jantung, terutama jika muncul di area dada kiri. Perbedaan utamanya terletak pada karakter rasa sakit, di mana cacar api cenderung memberikan sensasi terbakar atau tertusuk, berbeda dengan nyeri jantung yang terasa tumpul dan menekan.

Dokter Vito menekankan pentingnya pemeriksaan medis segera untuk memastikan diagnosis yang tepat bagi masyarakat awam yang kesulitan membedakan jenis nyeri tersebut. Intervensi medis yang cepat sangat menentukan keberhasilan proses penyembuhan pasien.

"Kalau udah ada tanda-tanda awal, segera dilakukan pemeriksaan. Jika dalam 72 jam pertama bisa didiagnosis, pengobatan akan jauh lebih efektif," tutur Vito A. Damay, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Artikel terkait

Rekomendasi