Para ahli kesehatan internasional menyoroti risiko penularan antarmanusia dari hantavirus galur Andes (ANDV) yang diyakini menjangkiti delapan penumpang kapal pesiar MV Hondius pada Mei 2026. Galur ini menjadi perhatian khusus karena kemampuannya menyebar melalui kontak singkat antarmanusia, berbeda dengan jenis hantavirus lain yang umumnya hanya menular dari hewan ke manusia.
Mikrobiolog dari Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Dr. Gustavo Palacios, mengungkapkan bahwa pengalaman dalam menangani virus ini masih sangat terbatas secara global. Berdasarkan data sejarah, kasus penularan antarmanusia untuk galur Andes diperkirakan kurang dari 300 kasus dari total sekitar 3.000 kasus secara keseluruhan.
"There is very limited experience handling this virus," kata Palacios, yang juga merupakan anggota kelompok ahli penasihat untuk wabah di kapal pesiar tersebut.
Palacios menjelaskan bahwa berdasarkan investigasi wabah di Epuyen, Argentina, jendela penularan virus ini tergolong singkat, yakni sekitar satu hari. Tingkat penularan tertinggi terjadi tepat pada saat pasien mulai mengalami gejala demam, bahkan melalui interaksi yang sangat singkat di tempat umum.
"Probably we are having less than โ I donโt know, Iโm giving you a number, just for a ballpark number โ 300 cases in history" ujar Palacios mengenai frekuensi penularan antarmanusia dari virus Andes.
Identifikasi virus ini di Argentina melibatkan tikus sawah kerdil berekor panjang sebagai pembawa alami. Manusia biasanya terinfeksi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terhirup dalam bentuk aerosol, namun virus Andes tetap menjadi pengecualian karena potensi penyebaran antarmanusianya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan hantavirus sebagai patogen prioritas yang muncul dengan potensi tinggi memicu keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional. Hal ini disebabkan oleh tingkat fatalitas kasus infeksi hantavirus yang dapat mencapai angka 40 persen.
Hantavirus sempat menjadi sorotan di Amerika Serikat pada tahun 2025 setelah hasil autopsi mengonfirmasi kematian Betsy Arakawa, istri aktor Gene Hackman, akibat virus tersebut. Meskipun risiko di kapal pesiar MV Hondius saat ini dinilai rendah oleh WHO, pelacakan kontak tetap sulit dilakukan karena masa inkubasi virus yang sangat panjang.
Data dari wabah sebelumnya menunjukkan bahwa pasien dapat menularkan virus kepada orang lain dalam waktu interaksi hanya 90 menit. Bahkan, beberapa kasus menunjukkan penularan terjadi meskipun kontak fisik hanya berlangsung sesaat ketika berpapasan di ruang publik.