Jaringan restoran Padang asal Indonesia, RM Sederhana, bersiap melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka cabang pertama di Singapura pada 29 Mei 2026, dilansir dari Money. Langkah ekspansi ini ditandai dengan mengambil alih lokasi ikonik bekas Warong Nasi Pariaman di 738 North Bridge Road, kawasan Kampong Glam.
Manajemen mengumumkan kehadiran mereka di Negeri Singa melalui akun Instagram resmi Sederhana SG pada 17 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya membawa cita rasa Nusantara ke pasar global. Lokasi yang dipilih sebelumnya merupakan rumah makan nasi Padang tertua di Singapura yang telah beroperasi selama 78 tahun sebelum tutup pada awal tahun ini.
"Singapore, we have arrived (Singapura, kami datang)," tulis akun tersebut.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di kawasan warisan budaya Melayu ini melalui proses pencarian yang cukup panjang sebelum akhirnya resmi menetapkan babak baru perjalanan mereka.
"After a long search for the right place, we’re proud to bring the taste of Indonesia to Kampong Glam marking another meaningful chapter in our journey (Setelah pencarian panjang untuk tempat yang tepat, kami bangga menghadirkan cita rasa Indonesia ke Kampong Glam, menandai babak bermakna lainnya dalam perjalanan kami)," demikian pernyataan RM Sederhana.
Pada tahap awal operasional, gerai ini akan menyajikan sekitar 30 menu andalan dari total keseluruhan konsep yang memiliki ratusan pilihan masakan autentik dengan rempah langsung dari Indonesia.
"Masakan Indonesia otentik yang dibuat dengan rempah-rempah dan cita rasa langsung dari Indonesia," tulis Sederhana.
Pihak restoran menambahkan bahwa hidangan andalan tersebut disiapkan untuk memulai kehadiran perdana mereka di pasar internasional dengan optimal.
"Lebih dari 100 hidangan dalam konsep lengkap kami. Diluncurkan pertama kali dengan 30 hidangan andalan untuk memulai kehadiran kami di Singapura dengan baik," lanjut pernyataan tersebut.
Rencana ekspansi internasional ini juga mendapat perhatian penuh dari pemerintah Indonesia, khususnya dalam mendukung sektor ekonomi kreatif kuliner agar mampu bersaing di kancah global.
"Ini bukan hanya sekadar meningkatkan penetrasi bisnis ke pasar internasional, tetapi bagaimana memperkenalkan budaya Indonesia melalui kuliner khas Nusantara," ujar Teuku Riefky, Menteri Ekonomi Kreatif dalam audiensi bersama jajaran Sederhana Group di Jakarta pada 7 Mei 2026.
Teuku Riefky menambahkan bahwa langkah yang diambil oleh jaringan restoran yang berdiri sejak 1972 ini sejalan dengan visi kementerian untuk mendorong pelaku usaha lokal naik kelas.
"Tentu ini sejalan dengan Kementerian Ekraf bagaimana membawa local hero to national hingga go global," kata Teuku Riefky.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga menyatakan kesiapan kolaborasi guna menjadikan langkah ini sebagai percontohan bagi pelaku industri kreatif lainnya.
"Untuk itu, kita siap berkolaborasi dengan Sederhana karena apa yang dilakukannya dapat menjadi blueprint untuk pegiat ekraf terutama di sektor kuliner menjadi go global," ujarnya.
Selain Singapura, RM Sederhana yang kini memiliki lebih dari 200 gerai juga membidik pasar Australia dengan rencana pembukaan cabang di Melbourne CBD pada pertengahan Juni 2026.
"Harapan kita memang ini jadi pintu masuk pertama untuk kita mengenalkan culture," ujar Nova Dana Eka Putri, Direktur Global Minang Ventura (GMV) sekaligus generasi ketiga keluarga pendiri RM Sederhana.
Nova menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjalankan perluasan pasar ini secara terstruktur demi memperkenalkan warisan budaya Indonesia di panggung dunia.
"Kami mendorong ekspansi kuliner Minang secara terstruktur dan berkelanjutan. Karena bagi kami ini bukan hanya membangun bisnis tetapi juga membawa warisan Indonesia untuk tumbuh dan berkembang di panggung dunia," kata Nova.
Sebelum lokasi di Kampong Glam ini diambil alih, pemilik terdahulu dari Warong Nasi Pariaman mengungkapkan rasa sedihnya saat harus menyudahi bisnis keluarga yang sudah berjalan sejak 1948 tersebut.
"Saya sangat sedih, saya telah menjalankan warung saya sejak usia 25 tahun," kata Abdul Munaf, pemilik Warong Nasi Pariaman.
Abdul Munaf menyatakan ingin beristirahat terlebih dahulu, namun tidak menutup kemungkinan untuk kembali membuka usaha di masa depan jika ada kesempatan.
"Untuk saat ini, saya ingin beristirahat dulu. Insya Allah, melihat dukungan dari pelanggan kami, jika diberi kesempatan, kami akan melanjutkan di masa depan," lanjutnya.