Sikap optimistis terhadap masa depan Bitcoin kembali ditegaskan oleh penulis buku finansial legendaris "Rich Dad Poor Dad", Robert Kiyosaki, di tengah situasi pasar yang sedang mengalami penurunan. Dilansir dari Personalfinance, Kiyosaki menilai kemerosotan harga yang terjadi saat ini merupakan sebuah fase sementara yang menjadi bagian dari pergeseran sistem moneter global.
Kiyosaki membagikan pandangan terbarunya mengenai kondisi pasar mata uang kripto tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial X. Ia mengungkapkan rencana investasinya untuk menambah kepemilikan aset digital ini di masa mendatang.
"Saya akan membeli lebih banyak Bitcoin saat krisis berakhir. Hanya ada 21 juta Bitcoin."
Dalam unggahan terpisah di platform yang sama, penulis terkemuka ini turut menyoroti aksi jual massal Bitcoin yang sedang berlangsung saat ini. Ia mengaitkan penurunan instrumen kripto tersebut dengan fenomena pecahnya gelembung ekonomi secara luas.
"Bitcoin sedang jatuh: 'Gelembung segalanya' sedang pecah."
Kondisi pasar yang memburuk secara menyeluruh ini dinilai oleh Kiyosaki sebagai dampak langsung dari adanya masalah likuiditas di tingkat global.
"Penyebab semua pasar jatuh adalah dunia sedang membutuhkan uang tunai," katanya.
Kendati pasar sedang mengalami tekanan hebat, Kiyosaki memilih untuk bersikap sabar ketimbang melepaskan aset yang dimilikinya. Ia mengungkapkan alasan mendasar di balik keputusannya untuk mempertahankan portofolio investasi tersebut.
"Alasan sebenarnya saya tidak menjual adalah karena masalahnya... Dunia ini sangat terlilit utang, dan taruhan saya adalah 'Pencetakan Besar' (uang) akan segera dimulai, yang akan membuat emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum menjadi lebih verharga saat uang palsu runtuh," jelasnya.
Selain memaparkan strateginya, Kiyosaki juga menegaskan kembali target harga jangka panjang untuk sejumlah aset investasi. Ia memproyeksikan harga emas dapat menyentuh angka US$ 27 ribu dan perak mencapai US$ 100 pada tahun 2026.
Secara khusus untuk pergerakan Bitcoin, ia menetapkan target angka yang sangat tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
"Target harga saya untuk Bitcoin adalah US$ 250 ribu pada tahun 2026."
Kiyosaki juga menyampaikan prediksinya untuk aset kripto lain, di mana Ethereum diperkirakan akan menyentuh harga US$ 60.
"Ethereum mengikuti hukum Metcalf... hukum jaringan," tambahnya.
Pada bagian akhir, penulis terkenal ini melayangkan kritik tajam terhadap otoritas dan kebijakan moneter yang dijalankan di Amerika Serikat saat ini.
"Sayangnya, Departemen Keuangan AS dan The Fed melanggar hukum. Mereka mencetak uang palsu untuk membayar tagihan mereka."