Ahli Jantung Bagikan Tiga Rutinitas Pagi untuk Menjaga Kesehatan Kardiovaskular

Ahli Jantung Bagikan Tiga Rutinitas Pagi untuk Menjaga Kesehatan Kardiovaskular

Jantung manusia berdetak lebih dari 100 ribu kali setiap hari tanpa henti untuk memompa oksigen ke seluruh tubuh. Namun, penyakit jantung masih memuncaki daftar penyebab kematian di dunia saat ini.

Dilansir dari Medcom, rutin menjalankan kebiasaan tertentu di pagi hari secara konsisten berdampak besar terhadap kontrol gula darah dan tekanan darah. Menurut penjelasan ahli jantung Dr. Riple Hansalia, kebiasaan ini juga mampu mencegah peradangan demi menjaga keamanan jantung dalam jangka panjang.

Para pakar kardiologi serta ahli gizi membagikan tiga trik sederhana sebelum memulai aktivitas harian yang dapat menjadi modal investasi kesehatan organ kardiovaskular tersebut.

Menggerakkan tubuh sejak pagi hari menjadi salah satu langkah awal yang sangat disarankan oleh para ahli kesehatan.

"Olahraga pagi adalah salah satu alat paling ampuh yang kita miliki untuk kesehatan kardiovaskular," imbuh Katherine Brooking M.S., RD.

Berjalan cepat selama 20 hingga 30 menit terbukti mampu meningkatkan sirkulasi darah. Aktivitas fisik ini juga efektif membantu menurunkan tekanan darah sekaligus mengurangi peradangan yang memicu risiko penyakit jantung.

"Aktivitas fisik pagi hari, terutama antara pukul 6 dan 8 pagi, telah terbukti secara signifikan meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Dalam uji coba acak selama 12 minggu, peserta mengalami penurunan lemak tubuh sejak minggu ke-4, bersamaan dengan peningkatan kolesterol, trigliserida, dan keselarasan siklus tidur," jelas ahli jantung Nidal M. Ganim, MD.

Gerakan olahraga di pagi hari juga membantu dalam mengatur hormon stres pembaca. Lauren Manaker, M.S., RDN, LDN, CLEC menambahkan bahwa kelancaran sirkulasi tersebut memberikan dukungan optimal bagi jantung sepanjang hari.

2. Mengonsumsi Menu Sarapan Tinggi Serat dan Protein

Memilih asupan makanan yang tepat saat sarapan memegang peranan krusial bagi sistem metabolisme dan kardiovaskular.

"Serat larut mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan membantu mengeluarkannya dari tubuh sebelum dapat diserap," jelas Brooking.

Ahli jantung Marianela Areces, MD, mencatat bahwa sekadar sarapan berserat secara teratur juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Masyarakat yang konsisten mengonsumsi serat saat sarapan memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Hidangan seperti oatmeal, buah-buahan, jelai, kacang-kacangan, apel, biji chia, serta biji rami menjadi sumber serat larut yang sangat baik.

Kebutuhan protein juga tidak boleh dilewatkan untuk menstabilkan kadar gula darah. Stabilitas gula darah ini berguna mengurangi lonjakan peradangan kronis yang memicu penyakit kardiovaskular dari waktu ke waktu.

Diet tinggi protein terbukti mendukung tekanan darah yang sehat. Sumber protein yang baik untuk jantung antara lain yogurt Yunani rendah lemak, keju cottage, kacang-kacangan, dan biji-bian.

3. Memulai Hari dengan Ketenangan

Kondisi psikologis di pagi hari turut memengaruhi kesehatan fisik, terutama organ jantung yang sensitif terhadap stres.

Meluangkan waktu selama 10 hingga 20 menit untuk melakukan mindfulness, meditasi, atau latihan pernapasan dalam dapat membantu melindungi jantung. Praktik ketenangan ini berkaitan erat dengan penurunan tekanan darah, stres, kecemasan, serta depresi.

Langkah mindfulness memicu perubahan fisiologis yang terukur sepanjang hari. Aktivitas ini menurunkan hormon kortisol, mengurangi respons batin dari situasi darurat, meredakan peradangan, serta memperbaiki detak jantung.

Selain tiga kebiasaan utama tersebut, perlindungan jantung juga dapat dimaksimalkan dengan mengonsumsi makanan kaya omega-3, memenuhi kebutuhan tidur, membatasi natrium, serta membatasi konsumsi alkohol.

Artikel terkait

Rekomendasi