Saham AADI Turun Banyak Jelang Cum Dividen Senilai Rp 3,5 Triliun

Saham AADI Turun Banyak Jelang Cum Dividen Senilai Rp 3,5 Triliun

Kesempatan terakhir bagi investor untuk memperoleh hak pembayaran dividen saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) jatuh pada Kamis, 4 Juni 2026. Momentum ini menjadi krusial mengingat harga saham emiten pertambangan batubara tersebut mengalami penurunan cukup dalam sepanjang sebulan terakhir.

Dikutip dari Investasi, periode akhir suatu saham yang masih mengandung hak dividen atau cum dividen date untuk pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 4 Juni 2026. Investor yang melakukan pembelian saham pada masa ini berhak mendapatkan jatah pembagian keuntungan dari perusahaan.

Emiten milik Garibaldi Thohir ini mengumumkan pembagian dividen tunai final untuk tahun buku 2025 dengan nilai total mencapai US$ 200 juta atau setara Rp 3,56 triliun. Langkah korporasi ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026.

Melalui keputusan tersebut, setiap lembar saham AADI akan menerima dividen tunai final sebesar US$ 0,02568. Menggunakan acuan kurs rupiah yang menembus angka Rp 18.000 per dolar AS, jumlah tersebut setara dengan Rp 462 per saham atau Rp 46.200 per satu lot saham.

Di sisi lain, pergerakan saham AADI belakangan ini sedang mengalami pelemahan dan ditutup pada level Rp 8.000 setelah merosot 3,90% atau berkurang 325 poin secara harian. Jika diakumulasikan dalam kurun waktu 30 hari perdagangan terakhir, harga sahamnya sudah terkoreksi sebesar 27,11% atau melemah 2.975 poin.

Apabila mengacu pada harga penutupan terakhir, yield dividen dari saham AADI tercatat menyentuh 5,78%. Angka imbal hasil ini melebihi dua kali lipat dari rata-rata bunga deposito rupiah di bank umum yang saat ini berada di kisaran 2%.

Sekretaris Perusahaan Adaro Andalan Indonesia, Ray Aryaputra memaparkan bahwa landasan pembagian dividen final ini mengacu pada data laporan keuangan per 31 Desember 2025.

"Salah satunya laba bersih perseroan pada tahun 2025 sebesar US$ 760,17 juta," ungkap Ray dalam keterbukaan infomasinya, Selasa (26/5).

Alokasi dividen final tersebut mencerminkan rasio pembayaran atau dividend payout ratio (DPR) sekitar 26,30%. Sebelumnya pada November 2025, perusahaan telah mengucurkan dividen interim sebesar US$ 250 juta, sehingga total dividen AADI mencapai US$ 450 juta.

Berdasarkan jadwal resmi perseroan, masa ex dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 4 Juni 2026. Sementara itu, untuk pasar tunai, periode cum dividen dan ex dividen ditetapkan pada tanggal 8 Juni 2026.

Seluruh dana dividen final akan disalurkan kepada para pemegang saham yang namanya sah tercatat dalam daftar pemegang saham per 8 Juni 2026. Manajemen AADI menjadwalkan proses pembayaran dividen secara serentak pada 18 Juni 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi