Saham Alphabet Anjlok Akibat Lonjakan Biaya AI dan Tekanan Regulasi

Saham Alphabet Anjlok Akibat Lonjakan Biaya AI dan Tekanan Regulasi

Saham Alphabet Inc. mengalami penurunan hingga di bawah level 390 dolar AS per Selasa, 19 Mei 2026, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi mendekati 408,60 dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran para investor terhadap lonjakan biaya infrastruktur kecerdasan buatan (AI) serta tekanan regulasi antimonopoli yang kembali mencuat di Uni Eropa.

Dilansir dari fxleaders.com, pergerakan saham Google tersebut berbalik arah dengan penurunan sekitar 2,6 persen, meskipun raksasa teknologi ini baru saja melaporkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026 yang melampaui estimasi pasar. Fokus pelaku modal kini bergeser pada risiko operasional dan keberlanjutan margin keuntungan jangka panjang di tengah agresifnya pengeluaran modal perusahaan.

Laporan keuangan kuartal pertama 2026 menunjukkan pendapatan Alphabet tumbuh 22 persen secara tahunan menjadi 109,9 miliar dolar AS, melewati prediksi analis sebesar 107,2 bahwasanya laba bersih melonjak 81 persen menjadi 62,58... Laba per saham mencapai 5,11 dolar AS, mengalahkan estimasi awal yang berada di angka 2,62 dolar AS.

Sektor pencarian dan periklanan Google menyumbang pertumbuhan 19 persen dengan nilai 77,25 miliar dolar AS, sedangkan divisi Google Cloud melesat 63 persen menjadi 20,03 miliar dolar AS dengan jaminan kontrak masa depan mencapai 460 miliar dolar AS. Sebaliknya, pendapatan iklan YouTube dilaporkan meleset dari ekspektasi sebagian analis dengan hanya meraup 9,88... miliar dolar AS.

Kendati kinerja fundamental sangat kuat, estimasi pengeluaran modal Alphabet untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan AI diproyeksikan mencapai 175 miliar hingga 185... miliar dolar AS pada tahun 2026. Skala investasi yang sangat besar ini memicu perdebatan pasar mengenai efisiensi waktu monetisasi produk AI serta dampaknya terhadap margin keuntungan bersih perusahaan ke depan.

Sentimen negatif investor juga diperparah oleh langkah regulator Uni Eropa yang memberikan waktu tambahan dalam pembahasan antimonopoli setelah menilai proposal penyelesaian dari Google sebelumnya tidak memadai. Situasi tersebut membangkitkan kembali kekhawatiran atas potensi sanksi finansial besar atau pembatasan operasional yang lebih ketat terhadap ekosistem Android, periklanan, dan layanan AI Alphabet.

Di sisi lain, optimisme pasar sempat ditopang oleh langkah Berkshire Hathaway yang mendongkrak kepemilikan sahamnya di Alphabet lebih dari 200 persen selama kuartal tersebut, dari 17,8 juta saham menjadi hampir 58 juta saham senilai 17 miliar dolar AS. Secara teknikal, pergerakan saham sempat tertahan pada rata-rata bergerak 200 hari di kisaran 270 dolar AS sebelum sempat memantul kembali ke rekor tertinggi di atas 408 dolar AS pada hari Senin sebelum akhirnya berbalik turun.

Artikel terkait

Rekomendasi