Saham Barito Pacific Melonjak Saat Bertahan di Indeks MSCI

Saham Barito Pacific Melonjak Saat Bertahan di Indeks MSCI

Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) milik konglomerat Prajogo Pangestu melonjak sebesar 14,86 persen ke level Rp 2.280 pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026). Penguatan signifikan ini mengakhiri tren negatif saham BRPT yang sebelumnya terus berada di zona merah sejak 6 hingga 11 Mei 2026.

Volume perdagangan saham BRPT tercatat mencapai 678,95 juta lembar dengan total nilai transaksi sebesar Rp 1,46 triliun. Melalui data yang dihimpun dari investor.id, investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) pada saham ini dengan nilai mencapai Rp 34,55 miliar melalui 96.822 kali frekuensi perdagangan.

Kenaikan harga ini terjadi bersamaan dengan pengumuman tinjauan indeks ekuitas global oleh MSCI Inc pada 12 Mei 2026. Emiten bersandi BRPT ini dipastikan tetap bertahan dan tidak termasuk dalam daftar saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.

Kondisi tersebut berbeda dengan enam emiten asal Indonesia lainnya yang dicabut dari perhitungan indeks tersebut. Berdasarkan laporan MSCI, perusahaan yang didepak meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Kaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Khusus untuk PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), meskipun keluar dari Global Standard Index, emiten pengelola ritel tersebut dipindahkan ke dalam perhitungan MSCI Small Cap Index. Seluruh perubahan komposisi indeks ini dijadwalkan akan diimplementasikan pada saat penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026.

Merespons dinamika pasar tersebut, Phintraco Sekuritas menetapkan saham Barito Pacific sebagai salah satu pilihan utama untuk perdagangan Rabu (13/5/2026). Pihak broker efek tersebut menilai bahwa saat ini pergerakan harga saham BRPT sedang menunjukkan tendensi konsolidasi.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy untuk para investor dengan menetapkan target harga pada level 2.400. Selain itu, investor disarankan melakukan aksi sell on strength pada level 2.480, sementara batas stoploss ditetapkan jika harga turun di bawah level 2.000.

Artikel terkait

Rekomendasi