Saham bank berkapitalisasi besar atau big banks menjadi sasaran utama aksi jual oleh investor asing selama sepekan terakhir. Fenomena ini memicu penurunan harga saham secara kompak pada emiten-emiten perbankan raksasa tersebut.
Berdasarkan data yang dilansir dari Keuangan, pelemahan melanda PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Di antara jajaran bank tersebut, saham BBCA mencatatkan koreksi paling signifikan.
Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), saham BBCA merosot 4,6% dalam sehari hingga menyentuh level Rp 5.700 per saham. Penurunan ini membawa nilai saham BBCA ke posisi paling rendah sejak masa pandemi Covid-19 pada 1 Oktober 2021.
Secara akumulatif dalam sepekan, saham BBCA terkoreksi sebesar 3,39%. Tekanan jual yang kuat dari investor asing menjadi pemicu utama, di mana nilai net sell asing mencapai Rp 2,3 triliun sepanjang periode 25-29 Mei 2026. Khusus pada hari Jumat saja, aksi jual bersih asing menyentuh Rp 2 triliun.
Emiten berikutnya dengan penurunan terdalam kedua adalah saham BBRI. Saham bank ini melemah 3,91% dalam satu hari dan ditutup pada level Rp 2.950 per saham pada hari Jumat. Adapun dalam jangka waktu sepekan, saham BBRI sudah menyusut sebesar 3,28%.
Aksi lepas saham oleh investor asing pada BBRI tercatat sebesar Rp 888,3 miliar dalam kurun waktu satu minggu. Sementara itu, nilai penjualan bersih asing dalam satu hari pada hari Jumat mencapai Rp 738 billion.
Kondisi serupa terjadi pada saham BBNI yang melemah 3,65% ke posisi Rp 3.700 per saham pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Jika dihitung dalam periode sepekan, pergerakan saham BBNI mengalami penurunan sebesar 2,21%.
Investor asing membukukan nilai net sell sebesar Rp 143,7 miliar terhadap saham BBNI pada hari Jumat. Sementara untuk total penjualan bersih asing dalam sepekan pada saham ini terakumulasi senilai Rp 201,5 miliar.
Di sisi lain, saham BMRI menjadi emiten yang mencatatkan koreksi paling minim di antara jajaran perbankan besar lainnya. Dalam perdagangan harian pada Jumat, saham BMRI turun 1,21% berada di level Rp 4.080 per saham, sedangkan dalam sepekan terkoreksi 0,97%.
Pelemahan yang dialami saham BMRI tersebut diiringi oleh aksi jual bersih oleh investor asing senilai Rp 389,8 miliar pada hari Jumat. Dalam akumulasi waktu sepekan, total net sell asing pada saham BMRI mencapai Rp 907,9 miliar.