Saham DFAM Terkena ARB Setelah Melonjak Lebih dari 23 Persen

Saham DFAM Terkena ARB Setelah Melonjak Lebih dari 23 Persen

Saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) mengalami koreksi tajam hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Selasa (14/4) sesi I. Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa emiten tersebut dalam sepekan terakhir.

Dilansir dari Stocksetup, harga saham DFAM merosot sebesar Rp15 atau setara 11,54 persen ke posisi Rp115 per lembar. Padahal, sebelumnya instrumen investasi ini sempat mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari 23 persen dalam waktu singkat.

Penurunan drastis ini mengindikasikan adanya volatilitas tinggi pada pergerakan harga saham DFAM. Penguatan yang terjadi sebelumnya memicu investor untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking sehingga harga berbalik arah secara mendadak.

PT Dafam Property Indonesia Tbk merupakan emiten yang bergerak di bawah naungan grup Dafam. Perusahaan ini memiliki fokus utama pada pengembangan properti yang terintegrasi dengan sektor hospitality di berbagai wilayah Indonesia.

Emiten ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2018. Melalui jaringan "Dafam Hotels", perusahaan telah memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri perhotelan nasional.

Lini bisnis perseroan terbagi ke dalam tiga segmen utama yang saling mendukung. Segmen pertama adalah pengembangan properti yang mencakup pembangunan kawasan residensial, apartemen, hingga area komersial.

Segmen kedua merupakan sektor perhotelan yang menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi perusahaan. Sementara segmen ketiga meliputi jasa manajemen hotel untuk pihak ketiga, branding, serta investasi ruang komersial.

Struktur Manajemen Perseroan

Operasional PT Dafam Property Indonesia Tbk dipimpin oleh jajaran direksi dan komisaris yang memiliki pengalaman luas. Berikut adalah struktur kepemimpinan di dalam emiten DFAM:

Direksi

  • Billy Dahlan menjabat sebagai Direktur Utama
  • WIjaya Dahlan menjabat sebagai Direktur

Komisaris

  • Ferdinandus Soleh Dahlan menjabat sebagai Komisaris Utama
  • Junaidi Dahlan menjabat sebagai Komisaris
  • Jaeni, SE,Msi,Ak,CA menjabat sebagai Komisaris

Catatan Kinerja Keuangan 2025

Berdasarkan data terbaru, kinerja keuangan DFAM sepanjang tahun 2025 masih menghadapi tantangan berat akibat kondisi sektor pariwisata dan properti yang fluktuatif. Perseroan mencatatkan penurunan pendapatan tahunan.

Pendapatan DFAM tercatat sebesar Rp60,4 miliar pada 2025, angka ini menyusut 4,6 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp63,3 miliar. Laba kotor perusahaan juga turun dari Rp32,4 miliar menjadi Rp30,1 miliar.

Sisi profitabilitas perusahaan menunjukkan angka negatif dengan EBITDA berada di posisi minus Rp0,9 miliar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang masih mencatatkan nilai positif sebesar Rp1,3 miliar.

Meskipun demikian, perusahaan berhasil melakukan efisiensi sehingga mampu menekan angka rugi bersih. Rugi bersih DFAM tercatat membaik menjadi Rp9,1 miliar, dibandingkan kerugian pada tahun 2024 yang mencapai Rp18,6 miliar.

Perbaikan posisi laba rugi tersebut membuat nilai rugi bersih per saham berada di angka Rp4,77 per lembar. Investor disarankan tetap memperhatikan fundamental perusahaan di tengah tingginya dinamika pasar saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi