Saham platform pembelajaran bahasa Duolingo Inc. mengalami lonjakan harga pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi pasar meskipun pertumbuhan pengguna aktif bulanan (MAU) menunjukkan tren melambat.
Dilansir dari Benzinga Pro, saham dengan kode DUOL tersebut naik 8,55 persen ke level 114,00 dolar AS setelah perusahaan merevisi naik panduan EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 sekitar 1,6 persen di atas estimasi sebelumnya. Duolingo membukukan pendapatan sebesar 291,97 juta dolar AS dan laba bersih 43,46 juta dolar AS pada periode tersebut.
Namun, data operasional menunjukkan kontras pada pertumbuhan pengguna di mana angka MAU hanya mencapai 138 juta, di bawah perkiraan analis Wall Street sebesar 143 juta. Pertumbuhan MAU melambat menjadi 5,8 persen dibandingkan 14,1 persen pada kuartal sebelumnya, sementara pengguna aktif harian (DAU) tumbuh 21,2 persen.
Manajemen Duolingo menetapkan tahun 2026 sebagai tahun investasi yang memprioritaskan peningkatan produk berbasis kecerdasan buatan (AI) serta perluasan subjek pembelajaran. Upaya ini dilakukan di tengah persaingan ketat dari alat penerjemah berbasis chatbot milik OpenAI, Anthropic, dan Google.
"will support user & paid subscriber growth." kata analis JPMorgan.
Pihak perbankan tersebut sebelumnya memproyeksikan bahwa upaya Duolingo dalam menggandakan perpustakaan bahasa melalui dukungan AI akan membantu basis pelanggan. Di sisi lain, beberapa analis justru memangkas target harga saham menyusul proyeksi pertumbuhan pemesanan (bookings) yang berada di batas bawah kisaran sebelumnya.
"AI-first" ujar Luis von Ahn, CEO Duolingo.
Von Ahn mempertahankan strategi perusahaannya meskipun muncul kekhawatiran bahwa AI dapat mengurangi kebutuhan akan pembelajaran bahasa formal. CEO tersebut sebelumnya juga menyebutkan bahwa pengurangan taktik pemasaran yang agresif menjadi salah satu penyebab perlambatan pertumbuhan.
"teach really, really well. Much better than anything that humanity has seen before," kata Luis von Ahn, CEO Duolingo.
Meskipun saham menguat hari ini, Sherwood News mencatat bahwa nilai saham Duolingo telah merosot sekitar 77 persen dalam setahun terakhir. Tantangan infrastruktur AI diprediksi akan terus menekan margin perusahaan di saat mereka berusaha menjaga momentum monetisasi pengguna.
"consumer and technical expertise [Xbox does] not yet have." kata Asha Sharma, Pimpinan Gaming Microsoft.
Konteks persaingan teknologi ini juga merambah ke sektor lain seperti Microsoft yang melakukan perombakan kepemimpinan di divisi Xbox demi mengejar ketertinggalan teknis. Duolingo sendiri saat ini memiliki program pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga 400 juta dolar AS untuk menyeimbangkan reinvestasi dan pengembalian modal kepada pemegang saham.
"Right now, it is too hard to ship impact quickly. We spend too much time inward instead of with the community, and we lack the depth we need in some of the fundamentals," ujar Asha Sharma, Pimpinan Gaming Microsoft.
Kinerja saham Duolingo saat ini berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari dan 50 hari, namun masih jauh di bawah rata-rata 200 hari sebesar 206,02 dolar AS. Perusahaan kini membidik target pendapatan sebesar 1,5 miliar dolar AS pada tahun 2029 mendatang.
"Any business can now move, store, and deliver everything from raw materials to finished products using the same supply chain that supports Amazon and its independent selling partners." tulis pernyataan resmi Amazon.
Pernyataan tersebut merujuk pada langkah Amazon membuka layanan rantai pasokannya untuk umum, yang menunjukkan dinamika ekspansi perusahaan teknologi besar lainnya di saat Duolingo berfokus pada efisiensi AI. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada kemampuan Duolingo mempertahankan keterlibatan pengguna melalui fitur-fitur baru di tengah ancaman disrupsi teknologi AI generatif.