Saham GOTO Tertahan di Level Gocap Pemegang Saham Menyusut

Saham GOTO Tertahan di Level Gocap Pemegang Saham Menyusut

Pergerakan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali tertahan di posisi Rp 50 per lembar saham alias kategori saham gocap. Dilansir dari Investasi, performa emiten teknologi ini belum menunjukkan pergerakan pada awal perdagangan Jumat, 22 Mei 2026.

Kondisi ini membuat saham GOTO tercatat berada di level Rp 50 sejak 5 Mei 2026. Jika dihitung sejak awal tahun 2026, nilai saham perusahaan digital tersebut sudah mengalami penurunan sebesar 27,54 persen atau setara dengan penyusutan 19 poin.

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dirilis untuk periode akhir April 2026, struktur kepemilikan perseroan menunjukkan dinamika baru. Terjadi peningkatan pada jumlah saham treasuri yang diiringi dengan penurunan total pemegang saham dibandingkan periode bulan sebelumnya.

Data dari Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom menunjukkan adanya kenaikan saham treasuri GOTO sebesar 1,85 miliar saham atau tumbuh 0,16 persen. Melalui penambahan tersebut, akumulasi saham treasuri perseroan kini menyentuh angka 39,29 miliar saham.

Pada saat yang sama, porsi kepemilikan untuk kategori pemegang saham di bawah 5 persen non-warkat menyusut dengan volume yang sama, yaitu berkurang 1,85 billion saham. Penyusutan ini membuat jumlahnya menjadi 916,86 miliar saham.

Pergeseran komposisi ini memberikan indikasi kuat mengenai pelaksanaan aksi pembelian kembali saham atau buyback oleh manajemen GOTO. Langkah korporasi ini diterapkan sebagai bagian dari strategi dalam mengelola modal internal perusahaan.

Meskipun terjadi perubahan porsi kepemilikan, pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5 persen tetap mendominasi struktur modal perseroan. Kategori investor non-warkat ini memegang kendali mayoritas dengan persentase mencapai 76,97 persen.

Berikut adalah daftar lengkap pemegang saham utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang tercatat pada akhir periode April 2026:

SVF GT Subco menguasai kepemilikan sebesar 91,10 miliar saham atau setara dengan 7,65 persen. Di posisi berikutnya, Taobao China Holding menggenggam porsi sebanyak 88,53 miliar saham atau setara dengan 7,43 persen.

Untuk jajaran pemegang saham individu, Andre Soelistyo tercatat memiliki 6,73 miliar saham dengan persentase 0,57 persen. Disusul oleh Hans Patuwo yang mempunyai simpanan sebanyak 763 juta saham atau berbobot 0,07 persen.

Selanjutnya, Catherine Hindra memiliki aset sebesar 493 juta saham atau 0,04 persen. Investor individu lainnya adalah Santoso Kartono yang mengantongi kepemilikan 394 juta saham dengan persentase 0,03 persen.

Mantan Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, tercatat memiliki porsi kepemilikan saham GOTO sebesar 169 juta saham atau setara 0,01 persen. Kemudian, Monica Lynn Mulyanto menggenggam saham sebanyak 66,9 juta saham atau 0,01 persen.

Posisi pemegang saham individu berikutnya ditempati oleh Sudhanshu Raheja yang memiliki simpanan sebesar 33,8 juta saham di dalam struktur modal perusahaan teknologi tersebut.

Penyusutan Jumlah Investor dan Strategi Perusahaan

Dinamika pasar modal sepanjang April 2026 juga berdampak pada berkurangnya kuantitas investor yang menanamkan modal di GOTO. Data registrasi menunjukkan total pemegang saham turun dari yang semula 362.047 pihak menjadi 360.956 pihak.

Penurunan ini mengonfirmasi adanya pengurangan sebanyak 1.091 pemegang saham dalam kurun waktu satu bulan. Situasi ini berjalan selaras dengan fluktuasi perdagangan saham sektor teknologi serta sentimen pasar yang berkembang di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah manajemen dalam menambah porsi saham treasuri kini menjadi poin perhatian bagi para pelaku pasar. Kebijakan buyback ini umumnya diaplikasikan guna menjaga stabilitas harga saham di pasar reguler sekaligus mendongkrak nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.

Secara regulasi pasar modal, saham treasuri merupakan instrumen saham yang dibeli kembali oleh emiten dari pasar untuk kemudian disimpan secara internal. Selama saham tersebut masih berstatus sebagai treasury stock, hak suara dalam RUPS maupun hak perolehan dividen dari perusahaan dinyatakan tidak berlaku.

Artikel terkait

Rekomendasi