Saham GOTO Melonjak Pasca Perusahaan Raih Laba Bersih Perdana

Saham GOTO Melonjak Pasca Perusahaan Raih Laba Bersih Perdana

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) langsung melonjak setelah manajemen mengumumkan pencapaian laba kuartalan perdana sepanjang sejarah perusahaan pada Selasa (28/4/2026). Lonjakan instrumen investasi ini terjadi pada Rabu (29/4/2026) sebesar 2 poin atau tumbuh 3,77 persen ke level 55.

Kinerja keuangan emiten teknologi tersebut dilaporkan berhasil mencetak laba bersih periode berjalan senilai Rp 171 miliar per Maret 2026, seperti dilansir dari Stocksetup. Lonjakan pendapatan bersih sebesar 26 persen secara tahunan menjadi Rp 5,34 triliun turut menopang realisasi positif ini.

Sektor financial technology (fintech) melalui brand GoPay mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 58 persen secara tahunan hingga mencapai Rp 1,9 triliun. Ekspansi bisnis pembayaran dan pinjaman memicu volume transaksi menyentuh 2 miliar atau melesat 84 persen secara tahunan.

Peningkatan pengguna aktif bulanan sebesar 33 persen menjadi 27,5 juta orang ikut mengerek nilai buku pinjaman GOTO hingga tembus Rp 9,9 triliun. Dampaknya, EBITDA yang disesuaikan pada lini bisnis fintech melesat 674 persen secara tahunan menjadi Rp 364 miliar.

Sementara itu, lini on demand services (ODS) atau Gojek membukukan pertumbuhan pendapatan 12 persen secara tahunan menjadi Rp 3,4 triliun. Unit bisnis ini menghasilkan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 439 miliar berkat dorongan segmen pelanggan menengah ke atas.

Akumulasi kinerja kuartal pertama 2026 ini membuat EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 907 miliar. Pencapaian ini memperlihatkan pertumbuhan sebesar 131 persen secara tahunan dan masih bergerak selaras dengan target korporasi.

Manajemen menjelaskan bahwa realisasi laba pada tiga bulan pertama tahun ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam mengeksekusi efisiensi operasional secara berkala.

“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini dan percaya GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik,” jelas Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo.

Kondisi keuangan perusahaan saat ini diklaim merefleksikan leverage operasional yang sudah melekat kuat di dalam struktur model bisnis secara berkelanjutan.

“Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kami yang mulai membuahkan hasil,” kata Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo.

Perusahaan optimis menatap sisa tahun ini dengan bekal posisi neraca yang solid serta perolehan arus kas bebas positif yang disesuaikan.

"Kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di angka Rp 3,2 triliun–Rp 3,4 triliun, meskipun mencatatkan kinerja yang kuat pada kuartal pertama 2026,” ucap Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo.

Artikel terkait

Rekomendasi