PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatatkan kenaikan harga saham yang signifikan pada perdagangan sesi I hari Senin, 27 April 2026. Saham emiten logistik laut ini menguat 60 poin atau sekitar 4,65 persen ke posisi Rp1.350 per lembar.
Kenaikan ini terjadi di tengah perhatian investor retail terhadap kinerja positif sektor infrastruktur logistik. Dikutip dari Stocksetup, IPCC telah merilis laporan kinerja keuangan untuk periode kuartal pertama tahun 2026.
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk merupakan bagian dari ekosistem Pelindo Group melalui subholding PT Pelindo Multi Terminal. Perusahaan ini memegang peran strategis dalam rantai distribusi otomotif nasional.
Sebagai operator terminal kendaraan (car terminal), IPCC menyediakan jasa bongkar muat kendaraan CBU, alat berat, hingga bus untuk pasar domestik maupun internasional. Perusahaan mengoperasikan terminal utama di Tanjung Priok serta beberapa terminal satelit.
Layanan yang disediakan mencakup Integrated Auto Solutions yang meliputi stevedoring, cargo handling, serta jasa penumpukan kendaraan di area penumpukan (yard services). Selain itu, IPCC mengelola transportasi darat dan sistem logistik digital.
Struktur Manajemen dan Kepemilikan Saham
Operasional IPCC dijalankan oleh manajemen yang terafiliasi dengan induk usaha. Posisi Direktur Utama saat ini dijabat oleh Sugeng Mulyadi, didampingi oleh Bagus Dwipoyono dan Wing Megantoro di jajaran direksi.
| Nama | Posisi | Status Independen |
|---|---|---|
| M. Said Bakhri | Komisaris Utama | Ya |
| Herry Ardianto | Komisaris | Ya |
| Tri Hidayat | Komisaris | Ya |
Mayoritas kepemilikan saham IPCC dipegang oleh PT Pelindo Multi Terminal sebagai pemegang saham pengendali. Sisanya dimiliki oleh publik yang terdiri dari investor institusi dan masyarakat ritel.
Capaian Kinerja Keuangan Q1 2026
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IPCC menunjukkan performa yang stabil dengan pertumbuhan laba secara tahunan. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 202,2 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026.
Laba bersih perusahaan mengalami pertumbuhan sekitar 3,1 persen menjadi Rp 52,8 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 51,2 miliar. Nilai laba per saham atau Earning Per Share (EPS) tercatat berada di angka Rp 29,04.
Dari sisi profitabilitas, IPCC mencatatkan Net Profit Margin sebesar 26,1 persen. Sementara itu, capaian EBITDA tercatat senilai Rp 89,9 miliar dengan margin EBITDA yang mencapai angka 44,5 persen.