Saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk dengan kode emiten KOCI mencatatkan pergerakan terbatas atau sideways dengan tren melemah tipis dalam sepekan terakhir hingga Rabu, 29 April 2026. Pergerakan ini merefleksikan sikap kehati-hatian investor dalam merespons performa fundamental perusahaan yang sedang tertekan secara tahunan.
Dilansir dari Stocksetup, saham KOCI sempat mengalami lonjakan hingga 25% dalam sepekan terakhir per Rabu (29/4). Pada sesi pertama perdagangan hari tersebut, saham KOCI terpantau menguat 4,64% menuju level Rp158,00 per lembar saham.
PT Kokoh Exa Nusantara Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor properti dan real estat sejak 31 Juli 2019. Emiten yang berbasis di Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 6 Oktober 2023.
Perusahaan ini memfokuskan bisnisnya pada pengembangan kawasan hunian terjangkau untuk segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Salah satu proyek skala besar utamanya adalah kawasan perumahan subsidi bertajuk Kokoh City yang dirancang hingga puluhan ribu unit.
Selain mengembangkan properti subsidi dan non-subsidi, KOCI juga menjalankan lini usaha jasa konstruksi pendukung. Layanan tersebut mencakup pembangunan fasilitas pelengkap rumah seperti carport hingga pengerjaan interior sederhana.
Struktur kepemilikan saham KOCI saat ini masih terkonsentrasi pada pihak pengendali atau afiliasi internal. PT Exa Nusa Persada memegang kepemilikan sebesar kurang lebih 49,91%, diikuti oleh PT Kokoh Anugerah Nusantara sebesar kurang lebih 29,94%, sedangkan porsi masyarakat sebesar kurang lebih 10%.
Di jajaran manajemen, posisi Komisaris Utama ditempati oleh Sugiyanto Sutikno dengan Aswinth Maratimbo sebagai Komisaris. Sementara itu, posisi Direktur Utama dijabat oleh Kan Eddy yang dibantu oleh Lie Elli Sariniyudewi Halim sebagai Direktur.
Secara tahunan (year on year), kinerja keuangan PT Kokoh Exa Nusantara Tbk mengalami penurunan pada tahun 2025. Pendapatan emiten ini terkoreksi sebesar 5,6% menjadi Rp 68,5 miar dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan ini berdampak pada laba kotor yang ikut turun 6,0% menjadi Rp 29,8 miliar, serta EBITDA yang melemah 5,8% menjadi Rp 21,3 miliar. Laba bersih perusahaan tercatat turun 7,2% menjadi Rp 19,4 miliar dari Rp 20,9 miliar pada tahun 2024, menghasilkan laba per saham sebesar Rp 4,31 per lembar.