Saham LPIN Beri Yield Dividen Tinggi Capai Sembilan Persen

Saham LPIN Beri Yield Dividen Tinggi Capai Sembilan Persen

Saham PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) menawarkan peluang keuntungan besar bagi para pemburu dividen tunai. Perusahaan manufaktur komponen kendaraan bermotor milik Grup Lippo ini menjanjikan yield dividen jumbo yang nilainya jauh di atas rata-rata bunga deposito perbankan.

Seperti dilansir dari Stocksetup, yield dividen LPIN tercatat menyentuh angka sekitar 9,41 persen. Persentase keuntungan tersebut setara dengan lebih dari empat kali lipat bunga deposito perbankan nasional yang saat ini berada di kisaran rata-rata 2 persen per tahun.

Emiten berkode saham LPIN ini menjadwalkan hari Kamis, 7 Mei 2026, sebagai hari cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi. Momen tersebut menjadi batas waktu terakhir bagi para pemodal untuk membeli saham agar bisa mendapatkan hak atas dividen tunai.

Secara total, emiten manufaktur ini mengalokasikan dana sebesar Rp 19,12 miliar untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham. Angka tersebut diambil dari perolehan laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2025.

Kebijakan pemodal ini telah mendapatkan persetujuan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 28 April 2026. Berdasarkan keputusan tersebut, setiap pemegang satu lembar saham LPIN akan menerima pembayaran dividen tunai sebesar Rp 45.

“Total nilai dividen yang sudah ditentukan ialah Rp 19.125.000.000 dan dividen per saham mencapai Rp 45,” tulis manajemen LPIN dalam keterbukaan informasi, Kamis (30/4/2026).

Dasar dari pembagian keuntungan ini merujuk pada data laporan keuangan LPIN per 30 Desember 2025. Perusahaan mencatatkan perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 33,04 miar.

Selain itu, perseroan memiliki saldo laba ditahan yang belum ditentukan pengunaannya sebesar Rp 256,98 miliar. Sementara itu, total ekuitas yang dimiliki oleh emiten Grup Lippo ini tercatat mencapai Rp 355,12 miliar.

Jadwal Pembagian Dividen dan Risiko Pasar

Berdasarkan lini masa resmi yang dirilis perusahaan, masa recording date atau penentuan daftar pemegang saham yang berhak jatuh pada tanggal 11 Mei 2026. Selanjutnya, proses pembayaran dividen tunai kepada investor akan dilakukan pada 25 Mei 2026.

Pada sesi perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, harga saham LPIN ditutup melemah ke posisi Rp 478 per lembar. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 8 poin atau terkoreksi 1,65 persen jika dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya.

Meskipun demikian, pergerakan saham LPIN sepanjang tahun ini terpantau bergerak positif. Secara year to date (YTD), harga saham perusahaan manufaktur komponen ini masih membukukan penguatan sebesar 7,17 persen atau naik sejauh 32 poin sejak awal tahun 2026.

Para pelaku pasar tetap diimbau untuk cermat dan mewaspadai fenomena jebakan dividen atau dividend trap. Fenomena koreksi harga ini rawan terjadi karena harga saham biasanya mengalami pelemahan signifikan sesaat setelah melewati tanggal cum dividen.

Artikel terkait

Rekomendasi