Saham MARK Jelang Cum Dividen Turun, Investor Berpeluang Raih Rp5.000 per Lot

Saham MARK Jelang Cum Dividen Turun, Investor Berpeluang Raih Rp5.000 per Lot

Peluang terakhir bagi investor untuk mendapatkan jatah pembagian dividen dari PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) kini terbuka. Menariknya, pergerakan harga saham emiten ini terpantau mengalami penurunan menjelang tanggal cum dividen.

Seperti dikutip dari Investasi, masa cum dividen di pasar reguler maupun pasar negosiasi untuk emiten ini dijadwalkan berlangsung. Investor yang mengincar hak dividen ini diwajibkan melakukan pembelian saham paling lambat pada tanggal tersebut serta menyimpannya hingga waktu pencatatan resmi.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan, korporasi menyepakati pembagian total dividen sebesar Rp90 per saham. Alokasi dana ini bersumber dari laba bersih tahun buku 2025 dikombinasikan dengan saldo laba ditahan hingga periode tahun buku 2024.Dari total nilai dividen tersebut, manajemen menetapkan porsi dividen untuk tahun buku 2025 senilai Rp70 per saham. Sebelumnya, korporasi juga telah merealisasikan penyaluran dividen interim tahap pertama sebesar Rp20 per saham pada Agustus 2025 dan tahap kedua dengan nilai serupa pada November 2025.

Melalui skema tersebut, sisa dividen tunai yang siap dibagikan kepada para pemegang saham adalah sebesar Rp30 per saham. Di samping itu, emiten ini memberikan tambahan dividen Rp20 per saham yang dialokasikan dari saldo laba ditahan hingga akhir 2024.

Penggabungan nilai tersebut membuat total pembayaran dividen final mencapai angka Rp50 per saham, atau setara dengan Rp5.000 untuk setiap satu lot saham MARK. Secara akumulatif, dana yang digelontorkan mencapai Rp342 miliar dengan rasio pembayaran dividen menyentuh angka kisaran 120%.

Direktur Utama MARK Ridwan menyatakan bahwa manajemen berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan pembagian dividen dengan rasio yang tinggi. Langkah strategis ini didukung oleh kondisi fundamental finansial serta arus kas internal perusahaan yang berada dalam status sehat.

"Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio yang tinggi sebagai bentuk komitmen kami kepada pemegang saham," ujar Ridwan dalam keterangan resmi.

Proses administrasi pembagian keuntungan kepada para pemegang saham ini diatur melalui lini masa resmi yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

Fase cum dividen untuk pasar reguler serta pasar negosiasi dilaksanakan pada 19 Mei 2026. Selanjutnya, periode ex dividen jatuh pada tanggal 20 Mei 2026.

Manajemen menetapkan batas tanggal pencatatan pemegang saham atau recording date pada 21 Mei 2026. Adapun realisasi transfer pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada tanggal 10 Juni 2026.

Prospek Bisnis Ekspor Cetakan Sarung Tangan

Melihat proyeksi ke depan, manajemen merasa optimistis mampu mengamankan pertumbuhan angka laba bersih di kisaran 20% pada tahun 2026 dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Target ini ditopang oleh serapan pasar luar negeri yang solid, efisiensi rantai operasional, serta pemaksimalan kapasitas produksi.

Hingga saat ini, porsi penjualan produk perusahaan didominasi oleh pasar ekspor global dengan kontribusi mencapai lebih dari 80% menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Skema perdagangan internasional ini memberikan dampak positif berupa lindung nilai alami terhadap fluktuasi kurs rupiah.

Kondisi pasar industri sarung tangan di tingkat global juga menunjukkan indikasi pemulihan. Hal ini dipicu oleh meningkatnya perhatian dunia terhadap penyebaran hantavirus yang mendorong lonjakan kebutuhan terhadap alat pelindung diri medis.

Sentimen positif ini sudah mulai tercermin pada pergerakan kurva saham sejumlah produsen sarung tangan besar di Malaysia seperti Top Glove Corporation Bhd dan Hartalega Holdings Berhad. Tren penguatan juga melanda emiten sejenis seperti Kossan Rubber Industries Bhd serta Supermax Corporation Berhad.

Bagi internal korporasi, dinamika pasar kesehatan global ini berpotensi besar memicu peningkatan volume permintaan produk cetakan sarung tangan medis yang diproduksi perusahaan untuk memenuhi pasar internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi