Harga saham dua emiten Grup Merdeka, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), melonjak dalam dua hari perdagangan terakhir hingga Senin (25/5/2026). Lonjakan ini dipicu oleh sentimen positif ekspansi bisnis dan rencana aksi korporasi strategis.
Lonjakan harga saham ini dinilai pasar membuka ruang pertumbuhan baru sekaligus memperkuat prospek jangka menengah kedua emiten tambang tersebut, sebagaimana dilansir dari Investasi. Pada penutupan perdagangan Senin (25/5/2026), MDKA naik 4,78% ke Rp 2.850 per saham setelah hari sebelumnya melonjak 24,77%.
Kenaikan tersebut diikuti oleh saham EMAS yang menguat 1,71% ke posisi Rp 7.425 per saham pada hari yang sama. Penguatan ini melanjutkan reli pada hari sebelumnya yang mencapai 19,67%.
Perkembangan operasional yang agresif menjadi pendorong utama kenaikan ini menurut penilaian Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie. Optimalisasi Tambang Emas Pani yang mencapai first gold pour pada Februari 2026 serta rencana dual listing di Hong Kong menjadi katalis utama bagi EMAS.
Proses pencatatan saham di Hong Kong Stock Exchange (HKEX) tersebut dipastikan masih terus berjalan oleh manajemen perusahaan. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperluas akses pendanaan serta menjangkau basis investor global secara lebih luas.
"Listing saham EMAS di Hong Kong Stock Exchange (HKEX) masih dalam proses," ujar Tom Malik, General Manager Corporate Communication PT Merdeka Copper Gold Tbk kepada KONTAN pada Senin (25/5/2026).
Rencana dual listing ini dinilai berpotensi meningkatkan eksposur ke investor internasional dan membuka peluang rerating valuasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama.
"Pasar melihat ada peluang pertumbuhan yang lebih besar ke depan," kata Elandry Pratama.
Di sisi lain, MDKA berencana melakukan private placement melalui PMTHMETD IV dengan menerbitkan saham baru hingga 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Emiten tambang ini diperkirakan dapat menghimpun dana segar sekitar Rp 7 triliun dari aksi korporasi tersebut.
Dana hasil private placement akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan, menurunkan rasio utang, serta mendukung ekspansi bisnis. Adrian Djie menilai tambahan modal ini akan meningkatkan fleksibilitas pendanaan MDKA sehingga neraca perusahaan menjadi lebih sehat.
Daya tarik MDKA juga ditopang oleh bisnis nikel, tembaga, hingga rantai pasok kendaraan listrik, sedangkan EMAS berpotensi mendapat katalis kuat dari Tambang Emas Pani. Kendati demikian, analis mengingatkan investor untuk mencermati risiko dilusi saham, volatilitas harga komoditas global, serta potensi aksi ambil untung jangka pendek.
Secara teknikal, Adrian memproyeksikan target harga terdekat MDKA pada level Rp 3.080 dan EMAS di kisaran Rp 7.900. Sementara itu, Elandry memperkirakan dalam jangka menengah saham MDKA berpeluang menuju area Rp 3.400–Rp 3.700 dan EMAS berpotensi mengarah ke level Rp 7.800–Rp 8.200.