Saham Qualcomm Inc. menghentikan tren kenaikan dua hari berturut-turut pada Senin (1/6/2026) setelah merosot sebesar 8,78 persen menjadi 228,99 dolar AS per lembar. Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi ambil untung investor dan kekhawatiran pasar atas masuknya Nvidia Corp. ke pasar perangkat komputer jinjing.
Pelemahan nilai saham tersebut terjadi setelah Nvidia meluncurkan superchip RTX Spark pada akhir pekan lalu. Prosesor baru hasil kolaborasi dengan Microsoft ini dirancang khusus untuk menyasar pasar perangkat keras, termasuk komputer pribadi yang selama ini menjadi salah satu domain Qualcomm melalui lini Snapdragon.
Kehadiran produk Nvidia tersebut menjadi tantangan serius bagi Qualcomm yang cip Snapdragon miliknya banyak digunakan pada ponsel pintar, tablet, dan laptop. Kompetisi baru ini langsung direspons oleh pelaku pasar dengan melakukan penjualan saham untuk mengamankan keuntungan.
Aksi ambil untung para investor juga didorong oleh pencapaian rekor tertinggi saham Qualcomm pada Jumat pekan lalu yang menyentuh angka 259,92 dolar AS. Nilai tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 44,7 persen jika dibandingkan dengan harga penutupan pada bulan April sebesar 179,58 dolar AS.
Nvidia sendiri telah menjadwalkan peluncuran resmi superchip RTX Spark pada musim gugur 2026 untuk disematkan dalam komputer berbasis Windows seperti Dell, HP, ASUS, Lenovo, dan MSI. Di sisi lain, Qualcomm bersiap membagikan dividen sebesar 0,92 dolar AS per saham kepada semua pemegang saham yang terdaftar hingga 4 Juni, dengan jadwal pembayaran pada 25 Juni.