Saham TOOL Melonjak 48 Persen di Tengah Penurunan Kinerja Keuangan

Saham TOOL Melonjak 48 Persen di Tengah Penurunan Kinerja Keuangan

PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) kembali menarik perhatian pelaku pasar modal seiring dengan pergerakan sahamnya yang mengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir.

Dikutip dari Stocksetup, saham TOOL berada di posisi Rp101,00 per lembar pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (30/4). Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp33,00 atau melonjak hingga 48,53 persen.

Kenaikan harga saham yang tajam ini memicu perhatian investor terhadap prospek bisnis serta potensi perbaikan kinerja dari emiten perdagangan yang mendistribusikan produk rumah tangga dan perkakas ini.

PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk merupakan emiten perdagangan yang berfokus pada distribusi kosumen multikategori. Perusahaan yang dikenal lewat merek "Nankai" ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022.

Model bisnis perseroan berbasis pada distribusi dan perdagangan barang jadi, bukan manufaktur. Operasional bisnis ini sangat bergantung pada kekuatan jaringan pemasok dan distribusi yang menyasar segmen ritel maupun grosir di Indonesia.

Diversifikasi Lini Usaha

Kegiatan usaha perseroan terbagi ke dalam tiga kategori produk utama. Pertama adalah peralatan rumah tangga (home & living) untuk kebutuhan sehari-hari.

Kategori kedua meliputi perkakas dan alat teknik yang menyediakan perlengkapan kerja industri maupun individu. Kategori ketiga adalah tas dan koper untuk memenuhi kebutuhan perjalanan serta gaya hidup.

Struktur Manajemen Perusahaan

Tata kelola manajemen perseroan dijalankan oleh jajaran direksi yang memiliki latar belakang di bidang perdagangan serta distribusi.

Berikut adalah daftar susunan direksi perusahaan saat ini:

Daftar Direksi PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk
NamaJabatanTerafiliasi
Ronald Hartono TanDirektur UtamaYa
Tanny Ratna DewiDirekturYa

Penurunan Kinerja Keuangan Tahun 2025

Meskipun harga sahamnya menguat tajam di pasar modal, perseroan sebenarnya mencatatkan pelemahan kinerja keuangan secara tahunan (year on year/YoY) pada tahun 2025.

Pendapatan perusahaan mengalami penurunan sebesar 36,6 persen YoY menjadi Rp59,3 miliar, dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang sebesar Rp93,5 milar. Laba kotor perusahaan juga menyusut 39,3 persen YoY menjadi Rp24,3 miliar dari sebelumnya Rp40,0 milar.

Tekanan pada operasional juga terlihat dari EBITDA yang berbalik negatif menjadi rugi Rp3,1 miliar, dari posisi laba Rp5,6 miliar pada tahun sebelumnya.

Pada akhir tahun 2025, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar Rp7,00 miliar. Kondisi ini berbalik dari tahun 2024 yang mencetak laba bersih Rp939,4 juta, atau mencerminkan penurunan sebesar 845,5 persen YoY. Rugi bersih per saham TOOL kini tercatat sebesar Rp3,33 per lembar.

Artikel terkait

Rekomendasi