Salad Umma Tingkatkan Omzet Lewat Dukungan Pembiayaan KUR BRI

Salad Umma Tingkatkan Omzet Lewat Dukungan Pembiayaan KUR BRI

Seorang pengusaha kuliner sehat di Tebet, Jakarta, Hikma Nurul Audhliya, berhasil mengembangkan bisnis Salad Umma hingga mencatat lonjakan omzet harian melalui dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) pada tahun 2025.

Kisah inspiratif ini bermula saat Hikma yang sebelumnya berprofesi sebagai penata rias harus kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Finance, ia terpaksa menjual aset pribadi untuk menutupi kerugian sebelum akhirnya merintis usaha dari nol.

"Akhir 2020 itu semua pesanan wedding di-cancel karena pandemi. Padahal uang DP sudah masuk ke vendor dekor, tenda, bunga. Akhirnya semua dijual, baju dijual, alat make-up dijual. Intinya closing, sudah pasrah," ujarnya kepada detikcom di Tebet, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Keputusannya berpindah ke lini bisnis kuliner sehat didasari oleh keinginan untuk menyediakan produk yang praktis tanpa memerlukan proses memasak yang rumit menggunakan minyak atau gas.

"(Waktu itu) pikir apa ya usaha yang nggak pake kompor, ringkas, mudah, nggak perlu minyak, nggak perlu gas, tapi mengakomodir kebutuhan masyarakat saat ini yang ingin hidup sehat, jadi pilih salad sayur," ungkapnya.

Setelah mendapatkan modal awal dari program Kartu Prakerja, Hikma terus memperluas jangkauan pasarnya hingga mendapatkan sertifikasi halal dan rutin mengikuti bazar. Pada tahun 2025, ia mengajukan KUR sebesar Rp100 juta untuk membangun gerai fisik di kediamannya.

"Itu kemudahannya. Terus trust orang juga beda ya. Pas sudah punya outlet ini. Orderan itu meningkat," jelasnya.

Berkat kepemilikan outlet tersebut, omzet harian yang semula rata-rata Rp1 juta naik menjadi Rp2 juta hingga Rp3 juta, bahkan menyentuh angka Rp6 juta saat momentum Ramadan.

"Ternyata ya soft opening di September 2025 itu sepertinya tuh momen yang tepat karena tuh kayak gini (hasilnya), berarti emang persiapan buat Ramadan matang jadi pas begitu datang Ramadan kita udah lihat ritme customer-nya tuh udah kelihatan. Tapi ternyata walaupun bisa memprediksi kayak gitu, terjadi aja lonjakan, orang makin trust, terus bisnis kita juga berkembang ya secara omzet, secara relasi," kenangnya.

Hikma menegaskan bahwa keberadaan gerai fisik menghilangkan hambatan operasional karena konsumen dapat membeli produk secara langsung tanpa harus melalui sistem prapesan yang ketat.

"Sebelum ada outlet. Kalau orang telepon. Kita bilang enggak ada. Karena kita bikin by order ya. Kalau sekarang mah, orang lewat mampir, orang mau mesen (banyak), kita lihat stok. Kalau bahan ada kita langsung buatin saat itu juga. Mau di pick up, mau di kirim, jadi nggak ada hambatan," jelasnya.

Kesuksesan ini juga didorong oleh pendampingan aktif dari Mantri BRI Unit Tebet Barat yang membantu mengarahkan strategi pengembangan bisnis secara berkelanjutan.

"Kenal sama Pak Nicko (Mantri BRI) di bank, arahnya jelas mau scale up. Pak Nicko yang bantu dampingi terus. Dia juga yang mendorong untuk naik kelas," jelasnya.

Selain mengembangkan bisnis pribadi, Salad Umma kini memberdayakan mahasiswa dan warga sekitar untuk operasional harian serta kegiatan bazar di berbagai lokasi pemerintahan dan pusat perbelanjaan.

"Kalau high season bisa bazar satu hari di beberapa tempat. Hire mahasiswa, mahasiswa kewirausahaan. Kebetulan suami dosen di Universitas Saintek Muhammadiyah, Ciracas," ungkapnya.

Penggunaan tenaga mahasiswa dipilih karena kemampuan komunikasi mereka yang baik dalam memberikan edukasi produk kepada calon pembeli baru.

"Katanya mereka teori-teori terus, bosan ya, jadi dikasih praktik kemarin (bazar) di balai kota, ada yang dinas ketahanan pangan, ada yang di mall point square, lebak bulus," imbuhnya.

Hikma juga mempekerjakan istri marbot masjid di sekitar tempat tinggalnya untuk membantu menjaga kualitas bahan baku premium yang menjadi kunci ketahanan produknya.

"Kalau ditempatkan bazar di tempat baru, ya harus itu, aku bilang harus bisa menjelaskan produk knowledgenya harus bagus diterangin ini itu juga, yaudah ada nih ini nih gitu yaudah boleh," katanya.

Menjaga kepercayaan pelanggan lama menjadi prioritas utama Hikma meskipun ia harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk mendapatkan bahan baku dari pemasok berkualitas.

"Kalau belanja di pasar itu kadang-kadang bukan buah yang saat itu datang, jadi di berbagai kondisi bahannya, ngaruh juga ke produk kita," jelasnya.

Pilihan bahan baku yang konsisten memastikan produk tidak mengecewakan konsumen dan menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

"Jadi mendingan harga mahal sedikit tapi penjualannya berkesinambungan, jadi orang nggak kecewa, jadi maintain customer lama seperti itu," tambahnya.

Mantri BRI Unit Tebet Barat, Nicko Irawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya memberikan proses persetujuan cepat bagi UMKM yang memiliki potensi bisnis kuat seperti Salad Umma.

"Kita berharap semakin banyak inovasi produk Salad Umma, dan semoga usaha ke depan semakin berkembang lagi," ungkap Nicko.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan pada Kamis, 30 April 2026, segmen UMKM tetap menjadi pilar utama portofolio pembiayaan BRI dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.

"Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portfolio pembiayaan BRI," pungkas Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Artikel terkait

Rekomendasi